Wiranto Menjawab Isu Kudeta #2

Wiranto Menjawab Isu Kudeta #2


Wiranto Telah Bertindak Sesuai Hatinurani Menanggapi komentar Ramadan Pohan, politisi Partai Demokrat, tentang sepak terjang Wiranto yang menurut Ramadan Pohan, Wiranto selalu mengkritisi SBY, bukan dalam perspektif kebijakan, seperti nasi aking dan kenaikan BBM dengan tanpa solusi. Wiranto juga tidak mencegah terjadinya demo yang menentang pemerintahan SBY, katanya Ramadan “itu bukan sikap negarawan”, cara-cara Wiranto juga tidak demokratis, namun seperti cara-cara ‘jadul’ (jaman dulu), yang sudah tidak relevan lagi. Dalam menghadapai situasi seperti ini, Wiranto tidak tersinggung dan dengan enteng memberikan tanggapannya. Dalam mengkritisi pemerintah, saya tidak gegabah dan sangat hati-hati, kata Wiranto. Saat itu di tahun 2007, rakyat yang hanya berjarak kurang 100 km, dari Ibu Kota Negara (daerah Banten), masih makan nasi aking, saya datang, menyaksikan dan ikut merasakan nasi itu. Malah dikatakan bersandiwara. Saya sampaikan pesan kepada pemerintah, tentang kebijakan yang belum perpihak kepada rakyat kecil. Tahun 2008 pemerintah akan menaikkan harga BBM, saya menolak dan mengingatkan bahwa Presiden (pemerintah) telah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM ditahun 2008, akan dicari solusi lain yang paling tepat untuk mengatasi kenaikkan harga minyak dunia. Saya mengingatkan kepada pemerintah tentang kebijakannya yang tidak konsisten. Sekarangpun saya ikut menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dengan kompensasi bantuan macam-macam kepada rakyat yang terkena