Wartawan Dilarang Masuk, PKS Sediakan Tenda Putih

Wartawan Dilarang Masuk, PKS Sediakan Tenda PutihKompas.com/ICHA RASTIKATenda putih didirikan di depan kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, TB Simatupang Jakarta sejak Sabtu (11//5/2013). Tenda ini diperuntukkan bagi wartawan yang dilarang masuk ke dalam areal gedung.

JAKARTA, Kompas.com – Sejak Sabtu (11/5/2013), Partai Keadilan Sejahtera menggelar rapat Majelis Syuro di kantor DPP PKS di TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Minggu (12/6/2013), rapat yang dikatakan membahas isu-isu terkini itu kembali digelar. Sama seperti hari sebelumnya, rapat Majelis Syuro pada Minggu ini digelar secara tertutup. Para wartawan dilarang masuk sehingga tidak dapat meliput berlangsungnya rapat tersebut.

Sebagai gantinya, PKS mendirikan sebuah tenda putih untuk para wartawan berlindung dari panas dan hujan. Tenda seluas 3 x 4 meter itu pun dilengkapi sejumlah bangku lipat. Disediakan pula beberapa kotak air mineral untuk para wartawan yang menunggu di depan kantor DPP PKS.

Penjagaan di kantor DPP PKS pun tampak diperketat. Petugas keamanan gedung tampak memperketat penjagaan setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (6/5/2013) mendatangi kantor itu untuk menyita enam mobil yang diduga hasil pencucian uang mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Sejak saat itu, wartawan yang meliput pun terpaksa menunggu di luar pagar gedung DPP PKS.

Adapun rapat Majelis Syuro PKS ini dipimpin Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin. Sedianya rapat dihadiri 99 anggota Majelis Syuro PKS. Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho menampik anggapan rapat yang akan kembali dilakukan partainya pada Minggu (12/5/2013) pagi ini terkait dengan persoalan hukum yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Ia menganggap persoalan Luthfi masih terlalu kecil untuk dibahas dalam rapat majeli Syuro PKS.

"Saya lihat di stasiun televisi, majelis syuro ini membahas masalah mobil, itu terlalu kecil untuk membahas mobil," ujar Taufik di Jakarta, Minggu (12/5/2013).

Sebelumnya, PKS sempat berseteru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berusaha menyita enam mobil milik Luthfi yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Saat penyidik KPK hendak menyita mobil-mobil itu, sejumlah sekuriti PKS beserta dengan organisasi massa menghalang-halangi hingga akhirnya mobil itu masih belum bisa disita dan hanya disegel di kantor DPP PKS. PKS berdalih bahwa KPK ketika itu datang tanpa membawa surat penyitaan.

Terkait penyidikan kasus Luthfi, KPK menjadwalkan pemeriksaan Presiden PKS Anis Matta pada Senin (13/5/2012) besok. KPK juga memanggil Hilmi untuk diperiksa sebagai saksi pada Jumat (10/5/2013), namun yang bersangkutan tidak hadir sehingga pemeriksaan dijadwalkan ulang.

Kompas.com