Warga Tanyakan Komitmen Pemerintah Tanggulangi Banjir

Warga Tanyakan Komitmen Pemerintah Tanggulangi Banjir

Kompas.com/SABRINA ASRIL
Ilustrasi: Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat banjir pada Sabtu (11/5/2013) sore.

BEKASI, Kompas.com – Warga Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Kota Bekasi, Jawa Barat, mempertanyakan komitmen pemerintah setempat dalam menanggulangi permasalahan banjir di wilayahnya.

"Sepanjang 2013, sudah empat kali perumahan kami terendam banjir. Banjir terakhir terjadi pada Minggu (12/5/2013) pukul 02.30 WIB dini hari," ujar Chandara Migas (35), warga Blok A12 PML, Jatiasih, Minggu.

Menurut Chandara, banjir kali ini hanya mengenangi jalan perumahan, dengan ketinggian 15 sentimeter (cm) hingga 30 cm selama tiga jam. Air berasal dari luapan Kali Bekasi, yang merupakan banjir kiriman dari kawasan Bogor dan sekitarnya.

"Kondisinya memang tidak separah yang berlangsung pada Januari lalu dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Tapi masa iya, sepanjang tahun kita harus dihantui banjir," katanya.

Ketua RW 13 PML, Suwarto, akan menagih janji Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk segera memperbaiki saluran air  di wilayahnya. "Pada Februari lalu, Pak Wali sudah meninjau lokasi dan memetakan titik mana saja yang mau dibenahi, tapi buktinya sudah hampir lima bulan belum terealisasi," katanya.

Janji tersebut di antaranya, pembuatan rumah pompa, perbaikan tanggul Kali Bekasi, dan penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. "Surat pemohonan audiensinya sudah kami buat dan segera kami sampaikan ke bagian," katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Tata Air Pemkot Bekasi, Nurul Furqon, menyampaikan permohonan maafnya atas keterlambatan realisasi perbaikan tata air di PML.

"APBD-nya memang belum cair. Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) sudah kami buat, jadi saya minta warga sabar," katanya.

 

Google.co.id