Waketum Gerindra Bela Hercules

JAKARTA — Penangkapan Hercules dan kawan-kawan yang dilakukan Jumat (8/3) petang, hanyalah bentuk salah paham saja dan bukan masalah besar.

"Ini masalah sepele," tegas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, Sabtu (9/3).

Fadli mengaku kemarin sudah berbicara dengan Hercules. Menurutnya Hercules sudah memberikan penjelasan bahwa ini hanyalah permasalahan warga dengan pengembang dan pemilik rumah toko.

Hal ini terkait dengan pembangunan ruko yang berada di jalur hijau. Sehingga warga terkena dampaknya yaitu seperti banjir beberapa waktu lalu.

Selain itu keberadaan ruko juga menghalangi akses warga. "Hercules dan warga ingin ruko itu dibongkar, dan sudah dilakukan pembicaraan dengan pihak pengembang. Namun tak ada respon," kata Fadli.

Dia pun menegaskan, kejadian dengan polisi juga tak ada yang dramatis. "Nampak dibesar-besarkan," tegasnya. Sebab, lanjut dia, Hercules juga sudah meminta maaf kepada kepolisian ketika ada anggota kelompoknya melakukan kekeliruan.

Menurutnya, Hercules dan kelompoknya saat ini berbeda dengan yang sebelumnya. Mereka sudah jauh lebih baik. Banyak kegiatan sosial dan kemanusiaan yang sudah dilakukan oleh Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), yang dipimpin Hercules.

"Dan hal-hal yang dilakukan dalam rangka kebaikan tentu harus selalu kita dukung. Setiap orang bisa berubah dan menjadi lebih baik," ungkap Fadli.

Lebih jauh Fadli mengatakan, Hercules merupakan pimpinan GRIB. Meski bukan sayap Partai Gerindra, kata dia, tapi merupakan salah satu  ormas yang mendukung apa yang diperjuangkan oleh Partai Gerindra. "Kami menerima dukungan dari mana saja selama bertujuan baik bagi rakyat," ungkapnya.

Fadli mengatakan, jika ada dimensi hukum yang dilanggar oleh pihak-pihak yang bermasalah dalam kasus ini, proses hukum harus tetap dijalankan. Semua pihak harus tetap menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

"Namun aparat penegak hukum juga harus jujur dan adil, jangan menjadi alat yang punya uang. Polisi adalah pelayan rakyat, bukan pelayan yang punya modal," pungkasnya. (boy/gir/jpnn)