Waduh, Anas tidak bakal Dibiarkan Terjerat?

Antara/vg
JAKARTA : Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Bonie Hargens berpendapat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan membiarkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terjerat dalam kasus korupsi.

Sebab, menurut Bonie, jika Anas terjerat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berpeluang ikut terseret. “Ada kemungkinan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diseret KPK pascapenetapan Andi Mallarangeng sebagai tersangka Hambalang, tetapi SBY tidak mungkin tidak melindungi Anas, karena Anas dan Ibas satu paket,” kata Bonie dalam diskusi bertema Membedah Demokratisasi dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Cikini, Jakarta, Minggu (30/12).

Dalam diskusi tersebut turut hadir Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi dan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Bonie mengatakan bahwa preman jalanan sekelas Hercules dan John Kei dapat memiliki kekuatan dan otoritas di lapangan. “Sehingga tidak mungkin seorang Presiden tidak memiliki kekuatan untuk melindungi anaknya dari kasus korupsi,” katanya.

Di sisi lain, menurut Bonie, SBY saat ini sedang merasa takut akan satu nasib dengan mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dimana partai yang dibesarkannya diambilalih oleh orang lain, dalam hal ini Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

“Dulu PKB diambil Muhaimin Iskandar. SBY ini takut dibuat seperti Gus Dur,” kata dia.

Menurut dia, dengan keberadaan Anas Urbaningrum di kursi Ketua Umum Partai Demokrat, maka SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat bak memelihara “anak macan”. SBY tidak tahu kapan “anak macan” tersebut akan menyerangnya.

“Dan sekarang sudah mulai terlihat, bahwa Anas sekarang tidak mau berdiri dari kursinya saat SBY datang dalam satu acara,” ujar dia.  

Dia mengatakan bahwa SBY bukan tidak mungkin sedang memikirkan figur lain untuk menjadi ketua umum. SBY, menurut dia, juga sedang memikirkan dampak yang akan terjadi pascapemilu 2014, dimana ada peluang keluarga besarnya di Cikeas akan menjadi bulan-bulanan kasus korupsi dan terseret satu persatu.

“Cikeas akan menjadi sasaran gebukan setelah 2014. Ini juga menjadi hal yang sedang dipikirkan SBY,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai saat ini terlibat ada upaya menghancurkan KPK. Peraturan pemerintah terkait 10 tahun masa kerja penyidik kepolisian di KPK, merupakan langkah yang secara tidak langsung mengancam para penyidik.

“Mana ada perwira polisi yang mau ditempatkan di KPK dalam rentang waktu begitu lama, dengan ketidakjelasan pangkat. Kalau di kepolisian dengan rentang 10 tahun perwira polisi bisa menjadi apa saja, sehingga saya berkesimpulan peraturan itu upaya menghancurkan KPK,” ujar Neta dalam diskusi yang sama. (Ant/OL-2)