Underpass Dewa Ruci Bali Dipertanyakan

Underpass Dewa Ruci Bali Dipertanyakan

Headline

Proyek Underpass Dewa Ruci Bali – (Foto : istimewa)

inilah.com, Denpasar – Pihak DPRD Bali akan memanggil Hendro Satrio selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek 'underpass' atau jalan bawah tanah simpang Dewa Ruci, Kuta, Bali.

Ketua Komisi III DPRD Bali Gusti Made Suryanta Putra menyatakan pemanggilan itu terkait proyek 'underpass' pertama kali dibuat di Bali itu tidak dilengkapi tangga darurat sesuai ketentuan internasional. “Kita akan akan memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) underpass, jika pembangunannya tidak dilengkapi tangga darurat,” ujarnya di Denpasar, Sabtu 911/5/2013).

Suryanta mengaku sudah meninjau proyek tersebut beberapa kali, namun hingga kini tangga darurat belum juga terpasang. “Memang dalam perencanaan pembangunan tidak tercantum, tapi secara standar internasional setiap bangunan harus dilengkapi fasilitas tangga darurat,” tegas Suryanta.

Politikus PDIP itu mengancam, jika sampai menjelang penyerahan proyek pembangunan yang menelan dana ratusan miliar tersebut belum melengkapi tangga darurat, maka anggota dewan akan memanggil PPK selaku penanggung jawab proyek.

“Kalau sampai menjelang serah terima belum juga dipenuhi permintaan kami untuk melengkapi tangga darurat, maka PPK kami akan panggil. Dan kami pun tidak akan menerima proyek jalan bawah tanah itu,” ancamnya.

Baginya, proyek pembangunan tersebut nantinya yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat Bali sendiri, karena itu semua pihak, baik masyarakat dan instansi terkait harus mengawasi ketat setiap proyek yang di bangun di Bali. “Pembangunannya diperkirakan rampung bulan Mei 2013. Setelah jadi, underpass simpang Dewa Ruci Kuta nantinya akan terdiri dari 8 lajur, yakni 4 lajur dari arah utara dan 4 lajur dari arah selatan,” jelasnya.

Kawasan Simpang Siur Dewa Ruci merupakan titik pertemuan arus lalu lintas dan akses utama dari dan menuju kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, Sanur dan Bandara Ngurah Rai. Kondisi kawasan itu sudah jenuh sehingga menimbulkan kemacetan.

Sebelum dibangun, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) VIII telah menggelar studi kelayakan 'underpass' pada tahun 2007. Kemudian dilanjutkan dengan perencanaan Detail Engineering Design (DED) yang telah beberapa kali mengalami perubahan, yaitu tahun 2008 dan 2010.

Proyek 'underpass' dibangun PT Adhi Karya Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp 136,19 miliar. Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan underpass adalah seluas 0,744 hektar. Selain untuk mengatasi persoalan kemacetan di sekitar wilayah simpang Dewa Ruci Kuta, 'underpass' diharapkan dapat mendukung pelaksanaan KTT APEC di Nusa Dua di akhir tahun 2013 dan AFTA tahun 2015. [ton]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Lampard Persembahkan Rekor untuk Ibunda

    Lampard Persembahkan Rekor untuk Ibunda


  • “Kemenangan Wigan Bukan Faktor Keberuntungan”

Inilah.com