Uji Calon Hakim MK, Ruhut Sudutkan Mahfud

JAKARTA – Politisi Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul, menganggap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahduf MD sosok yang genit di media. Hal itu disampaikan Ruhut saat menguji calon hakim konstitusi dalam fit and proper test di Komisi III DPR, Senin (4/3).
Ruhut mengkritisi Mahfud karena inkonsisten soal kasus korupsi yang menjerat M Nazaruddin dengan Anas Urbaningrum. Namun Ruhut menjadikan kritik ke Mahfud itu ke calon hakim konstitusi, Sugianto.

"Pernah dengar kasus Hambalang dan Wisma Atlet? Pernah dengar soal Nazaruddin jadi tersangka?" tanya Ruhut.

"Lalu, apakah menurut anda, Pak Mahfud MD itu seorang negarawan atau bukan? Saat kemarin berkunjung ke rumah Anas dan berkata seperti itu?," tanya Ruhut lagi.

Sugianto menjawab, dalam konteks Mahfud MD perlu dibedakan, apakah pada saat menjenguk Anas dalam kapasitas sebagai Ketua MK atau datang hanya sekedar sebagai kawan. "Kedatangan Pak Mahfud MD, saya kira dalam konteks kehatinuranian, tidak dipermasalahkan. Saya masih anggap Pak Mahfud negarawan," jawab Sugianto.

Ruhut lalu menimpali dengan pernyataan bahwa hakim konstitusi sebaiknya tidak seenaknya berbicara di media. "Anda itu Hakim MK, jangan jadi banci kamera, di mana ada kamera muncul dia (Mahfud, red). Sebentar clemotan ngomong ini, ngomong itu," serunya.

Ruhut lalu mempertanyakan kembali penilaian Sugianto terhadap Mahfud. Namun Sugianto mengakui, hukum di Indonesia memang sering dipolitisasi.

Padahal, lanjutnya,  siapapun yang menjabat sebagai hakim MK selalu melekat dengan jabatannya. "Walau bagaimanapun, jabatan itu tetap melekat," pungkasnya. (chi/jpnn)