Tolak Calon Pesanan di KLB

JAKARTA – Petinggi Partai Demokrat  lebih memilih menggelar kongres  luar biasa daripada menunjuk pelaksana tugas ketua umum. Namun siapakah yang dikehendaki menduduki kursi  ketua umum yang ditinggalkan Anas Urbaningrum? Jawabnya banyak pilihan, asal bukan titipan dari luar.
JAKARTA – Partai Demokrat (PD) telah berencana untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada akhir buran ini guna memilih ketua umum baru pengganti Anas Urbaningrum. Sejumlah nama dari internal PD maupun tokoh eksternal sudah mulai disebu-sebut untuk mengisi kursi ketua umum di partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang juga anggota Majelis Tinggi, Max Sopacua meminta tidak ada titipan soal calon ketua umum dari luar kader PD. "Kongres yang demokratis telah mengangkat nama PD. Makanya partai yang modern itu jangan ada titipan-titipan," ujar Max di Jakarta,  Selasa (12/3).

Pernyataan Max yang dikenal sebagai orang dekat Marzuki Alie itu seolah ingin menyamakan persepsi dengan kehendak Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono. SBY dalam kesempatan sebelumnya  mengatakan, jangan karena baru saja masuk PD lantas langsung ingin menjadi ketua umum.

"Mengakomodir calon nonkader bisa saja terjadi, kalau saja PD yang sudah berusia 11 tahun ini tidak mampu menghasilkan pemimpin yang berasal dari kader partai. Nah, PD ini adalah partai kader," kata mantan presenter TVRI ini.

Max yang juga anggota Komisi I DPR ini menyesalkan sejumlah kader PD yang terkesan menjagokan  nama KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Ketua MK Mahfud MD, maupun Mendag Gita Wirjawan untuk dipilih sebagai calon ketum PD yang baru.  Menurut Max, calon ketum PD haruslah figur yang bisa mendalami kultur PD secara utuh.

"Dan itu lebih mudah dilakukan oleh kader yang sudah terbina selama 10 tahun. Namun alangkah sedihnya kalau PD yang disebut partai kader masih mencari pemimpin dari non kader. Apakah sudah mulai ada pesan memesan menuju KLB ini? Semoga tidak akan terjadi," ujarnya.(ind)