Tinjau Lokasi, Dua Komisi DPR Tak Kompak

Pembakaran Mapolres OKU
Tinjau Lokasi, Dua Komisi DPR Tak Kompak

Headline

Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin

inilah.com, Jakarta – Komisi I DPR sebagai mitra kerja TNI merasa kecewa dengan keputusan Komisi III DPR sebagai mitra kerja Polri. Sebab, Komisi pimpinan I Gede Pasek Suardika itu sudah berangkat ke Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan, guna meninjau pembakaran Mapolres Oku.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin. Menurutnya, pihaknya kecewa lantaran Komisi I dan Komisi III telah sepakat membentuk tim bersama untuk meninjau langsung kasus pembakaran kantor polisi yang dilakukan oleh TNI.

Sementara, kata Hasanuddin, pihaknya baru bisa mengunjungi lokasi tersebut pada akhir bulan Maret nanti. Sebelumnya, Komisi III DPR telah bersepakat untuk berangkat bersama Komisi I DPR.

“Waduh kami tidak bisa, paling bisa di akhir Maret. Tiba-tiba Komisi III sudah berangkat kemarin, jadi rasanya kecewa. Mengapa tidak bareng-bareng saja. Toh ini kan satu atap DPR,” kata Hasanuddin, di Gedung DPR, Jakarta, Minggu (10/3/2013).

Diketahui, Komisi III DPR telah berangkat ke Ogan Komering Ulu dipimpin oleh Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika. Atas hal itu, Hasanuddin mengatakan pihaknya akan bersikap mengenai kegiatan yang dilakukan Komisi III.

“DPRD nanti bilang wah ini kok Komisi III dan Komisi I tidak kompak, sama-sama DPR, sama-sama fraksinya, ya sudah kita sementara ditunda. Tapi ada pemikiran, ya sudahlah kita mengirim saja, satu atau dua orang,” katanya.

Kata Hasanuddin, isu-isu yang membingungkan seperti itu seharusnya dapat dinetralisir dengan kehadiran Komisi I dan Komisi III. “Sama-sama harusnya tapi Komisi III mendahului,” tegas politikus PDIP itu.

Karena itu, Hasanuddin menyatakan pihaknya akan mengirim beberapa anggota Komisi I DPR untuk meninjau lokasi tersebut. “Mungkin tim kecil yang terdiri dari dua atau tiga orang dikirim untuk bertemu dengan Kodam di sana. Tapi belum diputuskan,” ujarnya.

Awalnya, kata Hasanuddin, Komisi I ingin mengetahui kasus itu dari sisi Polri maupun TNI bersama Komisi III. Hal itu dilakukan agar peristiwa pembakaran itu dapat terungkap secara terang benderang. Sehingga, tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

“Misalnya begini pertama dianggap demo isunya. Kedua, bukan demo tetapi mau dialog. Kemudian katanya terjadi dialog. Ada juga yg mengatakan tidak terjadi dialog. Isu-isu yang membingungkan itu seharusnya kita netralisir dengan kehadiran Komisi I dan Komisi III. Sama-sama kan,” jelas Hasanuddin. [mes]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Dibatasi, Buah Impor Masih Banjir

    Dibatasi, Buah Impor Masih Banjir

  • Benitez : Chelsea Tak Layak Raih Hasil Imbang

    Benitez : Chelsea Tak Layak Raih Hasil Imbang