free web stats

example banner

Target Pertumbuhan Ekonomi 2014 Dinilai Realistis

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi, pemandangan gedung-gedung bertingkat di Jakarta.

Jakarta – Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6.9 persen pada 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekadar informasi, awal pekan ini Komisi XI DPR RI menyepakati sejumlah asumsi makro yang diusulkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (RAPBN) 2014.

Asumsi tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,4-6,9 persen, inflasi +-4,5 persen, SPN 3 bulan 4,5-5,5 persen.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pemerintah telah mengambil kisaran pertumbuhan ekonomi yang jauh dari target di rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), dengan mempertimbangkan seluruh faktor yang ada.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan berupaya menjaga target pertumbuhan tersebut supaya tidak meleset.

“Kami upayakan antara 6-4 sampai 6,9. Kita ambil rangenya pun jauh dari range RPJMN. Kita sudah sangat realistis di tahun 2014, harus realistis,” kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6).

Selain menjaga target pertumbuhan, pemerintah juga dinilai harus menjaga kondisi fiskal yang aman. Salah satunya adalah dengan membatasi jumlah subsidi energi.

Oleh karenanya, Bambang berpendapat, bahwa subsidi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi harus tetap rendah. Dia juga menegaskan harga BBM tersebut tidak boleh diturunkan pada tahun depan, terkait adanya spekulasi mengenai hal itu.

“Enggak boleh harga BBM diturunkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang mengatakan, pihaknya belum memiliki prediksi inflasi pada Juni, walaupun pada kenyataanya harga bahan pokok dan angkutan sudah mulai naik hingga 30 persen.

Dia mengaku inflasi akan mencapai puncak pada tiga bulan pascakenaikan harga BBM, yakni Juli, Agustus dan September, karena bertepatan dengan liburan sekolah, bulan Ramadan dan lebaran.

“Ya kalau (dampak) BBM sih Juli, Agustus dan September. Pokoknya target akhir tahun aja,” jelasnya. (Wyu)

Google.co.id

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below