Tak Kuat Begadang, Majelis Syura PKS Tunda Rapat

JAKARTA – Rapat Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar malam ini ditunda. Sedianya rapat yang dipimpin oleh Ketua Majelis Syuro, Hilmi Aminuddin itu akan membahas soal upaya penyitaan mobil milik mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tadi belum ada apa-apa, baru pengantar. Ditunda karena sudah ngantuk, sudah malam," ujar anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring usai rapat di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5) malam.

Menurut Tifatul, rapat malam ini hanya membahas hal-hal yang sifatnya umum. Ia pun enggan menanggapi rencana penyitaan mobil milik Luthfi yang disimpan di kantor DPP PKS.

Pria yang hobi berpantun itu juga menolak berkomentar soal kemungkinan dijeratnya PKS atas dugaan keterlibatan dalam kasus suap penentuan kuota daging sapi impor.

"Ndak-ndak, besok saya layani," imbuh Tifatul sambil berlalu meninggalkan gedung DPP PKS.

Seperti diberitakan, PKS tengah bersitegang dengan KPK terkait penyitaan enam unit mobil Luthfi. Keenam mobil yakni VW Carravel berplat B 948 RFS, Mazda CX 9 berplat B 2 RFS, Fortuner berplat B 544 RFS, Mitsubishi Grandsi berplat B 7476 UE, Nissan Navara dan Pajero Sport.

KPK bermaksud menyita mobil tersebut karena diduga terkait dengan kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan Luthfi. Namun, PKS menolak menyerahkan mobil dengan alasan penyitaan yang dilakukan KPK tidak prosedural. (dil/jpnn)

JPNN.COM