Tahun Ini Gas Natuna Mengalir ke Batam

BATAM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik memastikan jaringan pipa gas sepanjang 505 kilometer dari Natuna Barat ke Pulau Pemping di Batam akan terealisasi pada tahun ini. Dengan demikian, kebutuhan gas di Kepri dapat terpenuhi dengan maksimal.

"Kami yakin tahun ini, proyek pipa ini bisa selesai pada tahun ini," beber Jero Wacik usai meresmikan PT Dhiva Sarana Metal di Kabil, Batam, Jumat (1/3).

Mantan Menteri Pariwisata ini malah mengaku kaget melihat proyek pembangunan pipa di Natuna Barat. "Saya baru jadi Mentri kaget, Kenapa jalur pipa sepanjang 500 kilometer sudah selesai, sedangkan yang lima kilometer tidak bisa," beber anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

Pihak ESDM kemudian mengejar permasalahan itu kelapangan, ternyata ada cara keliru pada pembangunan pipa yang pendek itu. "Sebelumnya kita kurang rajin berbagai, bermusyawarah, dan berunding dengan pihak asing yang mengelola gas di natuna tersebut," kilah Jero Wacik.

Karenanya, Kementerian ESDM melakukan renegosiasi dengan pengelola untuk memastikan proyek itu bisa kelar tahun in.  Renegosiasi juga dilakukan dengan investor migas di indonesia.

Menurut Jero, hasil bumi Indonesia jangan sampai diekspor semua, karena sekitar 40 persen untuk kebutuhan domestik. "Kalau kita rajin serta keras sedikit dengan partner kita, mau kok memberikan gas," ungkapnya.

Sementara Gubernur Kepri M Sani mengatakan, Provinsi Kepri sudah memiliki jatah dari perusahan di Natuna itu. "Namun jika penyaluran ke Peping belum bisa, hal ini belum bisa dilakukan,"ungkapnya.

Untuk itu pihaknya sudah menyurati Kementerian ESDM agar hal itu segera direalisasikan. Sani menyebut pihak Kementerian ESDM telah membicarakannya dengan pihak Asing. "Pihak asing itu hanya mempunyai kedekatan dengan Menteri ESDM dan presiden, kita tidak bisa menembus ke sana," bebernya.(hgt/jpnn)