BK DPR Periksa 4 Anggota Komisi XI

BK DPR Periksa 4 Anggota Komisi XI


Jakarta: BK DPR memeriksa empat orang anggota Komisi XI DPR yang dilaporkan Dahlan Iskan atas dugaan pemerasan terhadap BUMN, Rabu (28/11). Keempat anggota Komisi XI DPR itu adalah Linda Megawati dan Saidi Butar Butar dari Fraksi Parta Demokrat, Muhammad Hatta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dan I Gusti Agung Rai dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sejak pukul 10.00 WIB hingga saat ini BK DPR sudah memeriksa tiga orang anggota Komisi XI DPR. I Gusti Agung Rai akan menjadi orang terakhir yang diperiksa karena belum hadir. Pemeriksaan terhadap I Gusti Agung Rai direncakan akan dilaksanakan setelah istirahat makan siang. Ketiga anggota Komisi XI DPR yang telah diperiksa membantah telah meminta upeti pada Rudi Setya Purnomo pada pertemuan dengan Dirut Merpati pada 1 Oktober 2011 lalu.(***)

Nasional | Diperiksa KPK, Ini Penjelasan Rusli Zainal

Diperiksa KPK, Ini Penjelasan Rusli Zainal

Rusli Zainal

, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Riau, Rusli Zainal sebagai saksi untuk tujuh orang tersangka dari anggota DPRD Riau dalam kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6/2010 tentang Dana Pengikatan Tahun Jamak Pembangunan Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012.

Dalam pemeriksaan, Rusli Zainal membantah telah memerintahkan untuk memberi suap kepada anggota DPRD Riau.

“Saya tidak ikut memerintahkan dan sudah terbukti (terdakwa) yang sudah incraht,” kata Rusli Zainal usal pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/1).

Rusli Zainal diperiksa penyidik KPK sekitar enam jam. Ia keluar dari Gedung KPK pada pukul 15.10 WIB. Dalam pemeriksaan, ia sudah ditanyakan kesaksian untuk tujuh orang anggota DPRD Riau yang sudah jadi tersangka.

Selain itu, ia juga membantah telah memberikan perintah untuk melakukan suap kepada anggota DPRD Riau karena telah membahas Perda Nomor 6/2010. Mengenai pengakuan dalam persidangan yang mengatakan adanya perintah dari dirinya, ia berkelit dalam putusan tiga orang terdakwa yang sudah diputus vonisnya, sudah tidak ada lagi namanya.

“Tentu saya membantah, tidak ada perintah saya. Saya masih saksi, saya kan baru dimintai keterangan sebagai saksi, lanjutan dari yang kemarin,” jelasnya.

Pemeriksaan hari ini merupakan pemeriksaan ketiga kalinya untuk Gubernur Riau, Rusli Zainal terdiri dari pemeriksaan pertama pada saat kasusnya masih dalam penyelidikan dan dua kali dalam penyidikan. Dari sekian banyak tersangka yang ditetapkan penyidik KPK, tinggal tersisa tujuh orang tersangka dari anggota DPRD Riau yang masih ditangani KPK.

Ketujuh anggota DPRD itu adalah Adrian Ali (Partai Amanat Nasional), Abu Bakar Siddik (Partai Golkar), Zulfan Heri (Partai Golkar), Syarif Hidayat (Partai Persatuan Pembangunan), Tengku Muazza (Partai Demokrat), Mohammad Roem Zein (Partai Persatuan Pembangunan), dan Turoechman Asy’ari (PDI-Perjuangan). Mereka ditahan KPK di tiga rutan secara terpisah sejak 15 Januari 2013 lalu.

Nama Rusli Zainal kerap disebut dalam persidangan para tersangka di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau. Surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, menyebut Rusli sebagai pihak yang diduga ikut menyuap anggota DPRD Riau terkait pembahasan Raperda tersebut.

Rusli disebut menginstruksikan agar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat itu, Lukman Abbas, memenuhi permintaan uang lelah anggota DPRD.

Kemudian dalam surat dakwaan Lukman Abbas, jaksa KPK menyebut Rusli menerima uang senilai Rp 500 juta dan menyetujui uang suap senilai lebih dari 1 juta dolar AS kepada anggota Komisi X DPR. Suap tersebut untuk meminta dana APBN menyangkut kekurangan dana stadion utama PON senilai Rp 290 miliar.

LEX DATANGI RUMAH DPD PAN DEPOK

LEX DATANGI RUMAH DPD PAN DEPOK


CALON WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT KE DEPOK Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013. CALON WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT KE DEPOK Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013. Hari ini Leksmana calon Wakil Gubernur Jawa barat bersilaturahmi ke Depok . ” Ada 8 titik yang akan kita kunjungi, nanti kita rood show, kira – kira jam 11 ke tempat saya di Jalan kencana ” Kata Hasbullah Rahmad Ketua DPD PAN Depok di cimanggis (10/1 ) .

Nasional | Pakar: Muhammadiyah tak Lagi Merasa Bagian PAN

Pakar: Muhammadiyah tak Lagi Merasa Bagian PAN

Bendera Partai Amanat Nasional

, JAKARTA — Pakar politik, Bahtiar Effendy, mengatakan banyak warga Muhammadiyah yang tidak lagi merasa bagian dari PAN. Hal itu disebabkan oleh partai tersebut yang tidak merawat dengan baik basis massanya.

“Hal itu diperparah dengan pernyataan salah satu petinggi PAN bahwa partai itu sudah menanggalkan identitas Islam. Pernyataan itu selain tidak cerdas, juga sangat melukai warga Muhammadiyah yang selama ini menjadi basis massa PAN,” kata Bahtiar Effendy dihubungi di Jakarta, Rabu (23/1).

Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan, eksistensi PAN di panggung politik nasional adalah wujud dukungan konkret Muhammadiyah dan elemen umat Islam. Karena itu, pernyataan itu bisa menyebabkan larinya suara-suara umat Islam, khususnya yang berasal dari kantong-kantong Muhammadiyah pada pemilu 2014.

Bahtiar mengatakan, kondisi itu akan membuat posisi PAN tidak menguntungkan, apalagi bila bersaing dengan partai Islam lain seperti PPP, PKS, dan PKB yang basis massanya selama ini bisa dilihat secara jelas.

“Sudah jamak diketahui bahwa basis massa PKS adalah jamaah-jamaah halaqoh yang mereka bangun selama ini. PKB juga masih menempati posisi khusus bagi sebagian besar masyarakat NU,” tuturnya.

Sementara PPP, kata dia, basis massanya adalah aktivis partai-partai Islam awal seperti NU, Masyumi, Perti, syarikat Islam dan beberapa organisasi massa Islam lainnya.

“Pertarungan keras pada konstestasi politik 2014 akan terjadi di lingkaran partai-partai Islam. Dari keempat partai Islam yang ada, saya melihat hanya PKS, PKB dan PPP yang sudah memiliki basis massa sementara PAN masih abu-abu dan mengambang,” katanya.