Jusuf Kalla Bertemu Pimpinan PKS

Jusuf Kalla Bertemu Pimpinan PKS


Liputan6.com, Jakarta: Jusuf Kalla tampaknya kian serius untuk maju sebagai calon presiden. Langkah penjajakan pun terus dilakukan. Kamis (26/2) malam, Ketua Umum Partai Golkar itu bertemu dengan pimpinan dan tokoh Partai Keadilan Sejahtera. Setelah pertemuan, PKS menilai Kalla sangat serius sehingga akan segera membahasnya di tingkat Majelis Syuro. Pertemuan antara PKS dan Partai Golkar dinilai Pramono Anung, sebagai hal yang biasa. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu yakin soal capres dan calon wakin presiden tetap akan ditentukan setelah ada hasil pemilihan umum legislatif. Penjajakan antara PKS dan Partai Golkar tentu bakal mempengaruhi peta politik jelang pemilu presiden mendatang. Jika Jusuf Kalla benar-benar serius maju sebagai capres, maka duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf kalla agak sulit dipertahankan pada pemilu presiden 2009 [baca: Kalla [Bakal] Gandeng PKS].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

Muhaimin Iskandar Diusulkan PKB Dampingi SBY

Muhaimin Iskandar Diusulkan PKB Dampingi SBY


07/05/2009 00:02 – Pemilu 2009 Muhaimin Iskandar Diusulkan PKB Dampingi SBY Liputan6.com, Jakarta: Rapat pleno Musyawarah Pimpinan Nasional (Mupimnas) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (6/5) malam mengusulkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Muhaimin terpilih secara aklamasi dari 33 Dewan Pimpinan Wilayah yang hadir dalam Muspimnas tersebut [baca: PKB Putuskan Koalisi dengan Demokrat] Keinginan kiai dan alim ulama ahlus sunnah waljamaah mengajukan cawapres dari kelompoknya akhirnya tercapai. Pencalonan ini pun bukan bentuk penolakan PKB pada calon yang diajukan Partai Keadian Sejahtera dan tidak ada tendensi persaingan antarideologi.(UPI/Rahmat Supana)

Kalla [Bakal] Gandeng PKS

Kalla [Bakal] Gandeng PKS


Liputan6.com, Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera akan bertemu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang akan digelar Kamis (25/2) sore nanti. Pertemuan membicarakan kemungkinan koalisi kedua partai dan arah pemerintahan bila koalisi itu berhasil merebut kekuasaan. Sebelumnya, Jusuf Kalla telah menegaskan keseriusan mencalonkan diri sebagai calon presiden untuk membela harga diri Partai Golkar. Hal itu disampaikan di hadapan kadernya di Sulawesi Selatan. Penegasan itu sekaligus menepis penilaian para petinggi Partai Demokrat yang menganggap pencalonan dirinya sebagai capres hanya manuver politik untuk menaikkan popularitas Partai Golkar [baca: Harga Diri, Kunci Pencalonan Kalla]. Namun soal capres dan calon wakil presiden, PKS masih akan menunggu hasil pemilu legislatif. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Burhanudin Napitupulu [baca: Usulan JK-HNW Baru Sebatas Wacana] Penjajagan semakin sering dilakukan antarparpol. Namun, semua masih bisa berubah tergantung seberapa besar kursi yang diperoleh sebuah partai. Semakin banyak kursi diperoleh, semakin tinggi posisi tawar partai itu.(UPI/Tim Liputan 6 SCTV)

Golkar-PDIP Koalisi?

Golkar-PDIP Koalisi?


12/03/2009 18:10 – Pemilu 2009 Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, Kamis (12/3) siang. Pertemuan keduanya diawali dengan makan siang bersama di sebuah rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu Megawati didampingi Sekretaris Jenderal Pramono Anung, sedangkan Jusuf Kalla didampingi wakilnya Agung Laksono, Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Burhanuddin Napitupulu. Dalam jumpa pers, Megawati dan Kalla mengungkapkan lima poin kesepakatan yang dicapai. Yakni membangun pemerintahan yang kuat, memperkuat sistem pemerintahan presidensial, memperkuat sistem ekonomi, mempererat komunikasi politik PDIP dan Golkar serta menyukseskan Pemilu 2009. Terkait koalisi, Megawati mengaku masih membutuhkan pembicaraan lebih lanjut di antara kedua pihak. Sedangkan Kalla memastikan pertemuan itu tidak akan mengganggu hubungan kerjanya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan ini bukan kali pertama diadakan. Sebelumnya dalam pertemuan Silaturahmi Nasional Golkar, Agustus lalu, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufik Kiemas secara terang-terangan mengajak Golkar untuk berkoalisi. Pertemuan itu juga merupakan lanjutan dari pertemuan di Palembang dan Medan tahun 2007 silam yang digagas Taufik Kiemas dan Surya Paloh. Akankah pertemuan tersebut berujung pada koalisi permanen menjelang pemilu presiden? Masih banyak kemungkinan dan sejumlah persoalan yang

PKB Bakal Copot Ketua Fraksi

PKB Bakal Copot Ketua Fraksi


01/06/2009 01:23. Liputan6.com, Jakarta: Lolosnya hak angket DPR tentang kisruh daftar pemilih tetap, ternyata masih berbuntut panjang. Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa segera mengganti Ketua Fraksi PKB di DPR. Ini menyusul lolosnya hak angket tentang kisruh DPT pada pemilihan umum legislatif lalu. Ketua DPP PKB Niam Salim menjelaskan rencana perubahan pimpinan ini di Jakarta, Ahad (31/5) siang.

Misteri Cawapres SBY dari PKB

Misteri Cawapres SBY dari PKB


06/05/2009 18:05 – Pemilu 2009. Liputan6.com, Jakarta: Perwakilan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Indonesia secara aklamasi memutuskan untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat. Namun hingga Rabu (6/5) petang ini calon wakil presiden dari PKB belum bisa diputuskan. Meski Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar belum bersedia menyebutkan nama yang menguat, salah satu wacana yang diusulkan peserta Musyawarah Pimpinan Nasional adalah menawarkan cawapres PKB dari luar Pulau Jawa. Ini dimaksudkan agar menghasilkan kombinasi yang lebih baik untuk Susilo Bambang Yudhoyono. Rencananya malam ini nama cawapres dari PKB akan diumumkan. Hal ini akan menambah panjang cawapres yang akan dipilih SBY. Dari belasan nama cawapres SBY nampaknya telah menciut. Di antaranya Gubernur Bank Indonesia Boediono, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan salah satu calon yang akan ditawarkan PKB [baca: SBY Belum Tetapkan Cawapres]. Banyak spekulasi yang muncul dengan alasan yang beragam. Tapi sampai saat ini hanya SBY yang paling tahu siapa yang akan mendampinginya dalam pilpres Juli mendatang.(IAN/Fira Abdulrahman dan Bambang Triono)

Partai Golkar Paling Dikenal

Partai Golkar Paling Dikenal


12/03/2009 12:47 – Pemilu 2009 Liputan6.com, Jakarta: Tak kenal maka tak dipilih, mungkin itu gambaran kasar partai-partai politik mana saja yang populer di masyarakat. Survei yang digelar Indonesia Political Marketing Research, baru-baru ini, menunjukkan Partai Golongan Karya yang paling dikenal masyarakat. Partai berlambang pohon beringin ini diketahui 68,4 persen responden. Di posisi kedua ditempati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan 62,7 persen. Berikutnya ada Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional masing-masing dengan 60,9 persen serta 50,4 persen. Lalu ada Partai Gerindra 50,2 persen. Partai Keadilan Sejahtera berada di posisi enam dengan 38,3 persen dan disusul Partai Kebangkitan Bangsa dengan 36,1 persen. Sementara Partai Persatuan Pembangunan diketahui 32,8 responden. Sedangkan Partai Hanura diposisi kesembilan dengan dikenal 27,2 persen responden.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)