Anas Punya Dua ‘KLB Tandingan’ di Bali

KINTAMANI – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum sedang berada di Bali. Namun demikian dia enggan berkomentar mengenai Kongres Luar Biasa (KLB) PD yang digelar di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar emarin (30/3).
Anas justru menyebut ada dua KLB tandingan. Akan tetapi KLB tandingan yang dimaksud Anas bukan berupa kongres seperti dilakukan partai berlambang segitiga mercy tersebut.

"Ada kok ada (KLB Tandingan), ini ada dua KLB tandingannya, yaitu Keindahan Lovina Bali (KLB) dan Kintamani Luar Biasa (KLB). Itu KLB tandingannya," ujar Anas sambil tertawa lepas saat ditemui di sebuah tempat makan di Kintamani, Bangli, Bali, Minggu (31/3).

Anas yang saat itu mengenakan kaos berwarna putih, ditemani oleh istrinya, Athiyyah Laila. Namun bekas anggota KPU itu berkelit setiap kali ditanya soal KLB.

"Saya tidak komentar soal KLB. Saya mau liburan mau cari Kerang Luar Biasa," tandas mantan anggota Komisi Pemilihan Umum tersebut sambil tertawa.(gil/jpnn)

JPNN.COM

Mengaku di Bali, Anas Pilih Ikut ‘KLB’

JAKARTA – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengaku bahwa saat ini sudah berada di Bali. Namun kehadirannya bukan dalam rangka mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PD.
Anas menyebut kehadirannya di Bali demi Kuliner Luar Biasa. "Iya, saya ikut kuliner luar biasa," ujar Anas ketika dihubungi, Sabtu (30/3).

Anas menuturkan, demi memanjakan lidah itu dirinya tadi malam menyantap seafood, blayag, laklak, dan bebek goreng. Bekas Ketua Umum PB HMI itu mengaku terus menikmati kuliner di daerah yang dikunjunginya. "Menyukseskan program yang dikembangkan Pak Jero Wacik dulu," terang Anas

Selama di Bali, Anas yang mengaku menikmati suasana Bali itu menginap di villa salah satu koleganya. "Enjoy Bali! Kelayapan luar biasa dan kuliner luar biasa. Itulah kegiatan turis, " ucap Anas

Saat memimpin PD, Anas sempat mengadakan Program Spektakuliner yang bertujuan mengampanyekan kepedulian terhadap kuliner Nusantara. Di setiap daerah yang dikunjunginya, Anas di sela-sela kegiatan partai selalu melahap kuliner tradisional setempat. (gil/jpnn)

JPNN.COM

SBY Jadi Ketum Demokrat, Anas-Tridianto Buat ‘KLB Tandingan’

SBY Jadi Ketum Demokrat, Anas-Tridianto Buat 'KLB Tandingan'

(Liputan 6.com/Helmi Fitriansyah)

Liputan6.com, Jakarta : Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Cilacap Tridianto mengaku kecewa dengan proses Kongres Luar Biasa (KLB) yang menunjuk Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua umum. Proses itu dinilai sangat tidak demokratis.

“Saya kira jelas bahwa KLB sudah selesai dan menetapkan Pak SBY sebagai ketum. Saya cuma sayangkan demokrasi di Demokrat yang hilang,” kata Tridianto kepada Liputan6.com, Sabtu malam, (30/3/2013).

Menurut Tridianto, nama Demokrat harusnya dijadikan pegangan oleh segenap kader. Nama itu berasal dari kata demokrasi. Sehingga, proses-proses demokrasi tidak boleh ditinggalkan dalam segala proses di Demokrat.

“Yang saya sayangkan seperti ini, demokrasi di Demokrat tidak ada. Padahal ini Partai Demokrat asalnya dari demokrasi. Tapi ternyata tidak ada,” katanya.

Mantan bos jamu ini juga merasa kesal karena dilarang masuk ke arena KLB. “Saya disandera, tidak boleh masuk ke arena KLB,” katanya.

Tridianto mengaku juga telah berkomunikasi dengan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Namun, tidak ada pembicaraan serius dalam komunikasi tersebut. “Saya selalu komunikasi, Mas Anas kan teman, saya tanya di mana? Dia jawab ‘saya lagi KLB juga di Jimbaran, saya bikin tandingan ya’,” kata Tridianto.

“Saya juga buat KLB sendiri, Mas Anas buat KLB di Jimbaran, saya bikin KLB tandingan di Kute. KLB kami kuliner luar biasa, di Kute dan Jimbaran,” tambah Tridianto.

SBY secara aklamasi dipilih sebagai Ketua Umum Demokrat oleh peserta KLB di Sanur, Bali. Dalam pidatonya, SBY mengaku sangat berat menerima posisi tersebut.

SBY yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia ini mengaku lebih memilih menjadi Ketua Dewan Pembina Demokrat daripada harus menduduki kursi yang ditinggalkan Anas Urbaningrum itu. Namun, demi Demokrat, SBY akhirnya menerima permintaan kadernya ini. (Eks)

news.liputan6.com

Majelis Tinggi Kontrol Penuh KLB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua, menyatakan Majelis Tinggi Partai Demokrat akan mengontrol penuh pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) partai. Kontrol Majelis Tinggi menyangkut tata aturan kongres hingga nama-nama calon ketua umum yang akan dipilih peserta kongres. 

“KLB nanti tidak akan terlepas dari kontrol Majelis Tinggi,” ujar Max, Senin (18/3). Max menolak bila kontrol Majelis Tinggi disebut sebagai bentuk otoriter. Menurutnya, tindakan ini wajar mengingat pemilihan ketua umum di KLB nanti berbeda dengan biasanya.

Max menjelaskan, sejak kosongnya kursi ketua umum maka roda organisasi otomatis berada di bawah Majelis Tinggi. DPP Demokrat hanya akan bertindak sebagai penyelenggara dan pelaksana Majelis Tinggi. “KLB ini ada special case. Kita akan melihat mana yang paling urgent,” katanya.

Majelis Tinggi akan memverifikasi setiap nama calon ketua umum yang berlaga di KLB. Max menyatakan, Majelis Tinggi tidak mau ambil pusing dengan tindakan sejumlah kader Demokrat yang telah mendeklarasikan diri siap menjadi calon ketua umum. “Biarkan saja mereka maju. Kita tidak pusing. Daftar saja mereka belum,” ujarnya.

Calon ketua umum Partai Demokrat, Tridianto menyatakan KLB tandingan bisa saja tercipta bila mekanisme pemilihan ketua umum Demokrat tidak berlangsung demokratis. “Ya bisa saja seperti itu,” ujarnya. Sampai sejauh ini Tridianto percaya SBY akan bersikap demokratis.

SBY Jadi Ketua Umum, Faksi Partai Demokrat Selesai

Bisa Eliminir Faksi-faksi di Internal

Editor: Rizal Hasan | Senin, 18 Maret 2013 14:57 WIB, 13 menit yang lalu



SBY Jadi Ketua Umum, Faksi Partai Demokrat Selesai - Bisa Eliminir Faksi-faksi di Internal - SBY bisa saja ditetapkan menggantikan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum

SBY bisa saja ditetapkan menggantikan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum(Foto: istimewa)

LENSAINDONESIA.COM: Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali akhir Maret mendatang, muncul wacana agar jabatan ketua umum yang kosong diisi saja oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wacana itu dikemukakan Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, yang menyebut kalau SBY disetujui sebagai ketua umum, maka eskalasi di internal Partai Demokrat dengan sendirinya akan hilang.

Baca juga: Bekas Jurubicara Presiden Tolak Undangan Istana! dan Maju Bursa Ketum Demokrat, Tri Dianto Deklarasi di Cikeas

“KLB Partai Demokrat bisa saja menetapkan Pak SBY sebagai Ketua Umum,” ujar Pasek di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/03/2013).

Ditegaskan Pasek, dengan menetapkan SBY sebagai Ketua Umum, maka faksi-faksi yang selama ini ada di internal Partai Demokrat akan tereliminir dengan sendirinya.@endang


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 

Berita Terkait:

Max Yakin SBY tidak akan Mau Jadi Ketua Umum

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menilai tidak mungkin Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mau memimpin langsung partai. Sebab itu seperti mengail di air keruh.

“Itu sesuatu yang tak mungkin. Dia ketua majelis tinggi. Itu mengail di air keruh sebenarnya,” kata Max di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/3).

Max mengatakan KLB pada 30-31 Maret 2013 sendiri terjadi karena kasus luar biasa. Pascapenetapan Anas Urbaningrum menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyatakan berhenti menjadi ketua umum. “Kenapa KLB harus terjadi, jangan disamakan dengan kongres biasa. Kecuali case tertentu,” kata Max.

Karena itu, yang menjadi pengganti Anas adalah kader Partai Demokrat. “Jangan yang dadakan memakai jaket biru.”

Max yang juga merupakan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat mengaku belum ada yang resmi mendaftar sebagai ketua umum Partai Demokrat. Majelis Tinggi pun akan memverifikasi nama-nama yang ada dan membuat mekanisme jelang KLB. “Kami sedang menunggu pemberitahuan, dalam satu dua hari ini ada pertemuan. Tinggal koordinasi dengan panitia,” katanya.

Max sendiri berharap, KLB berlangsung aklamasi. Supaya tidak berlarut-larut. “Dalam setiap kongres kita selalu mengharapan ada aklamasi yang didasari oleh musyawarah mufakat,”ujar Max. (Andhini)

Editor: Henri Salomo Siagian

Nasional | SBY Jadi Ketum Demokrat, Max: Itu Tidak Mungkin

SBY Jadi Ketum Demokrat, Max: Itu Tidak Mungkin

Max Sopacua. (Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)

Liputan6.com, Jakarta : Nama-nama calon Ketua Umum Partai Demokrat pengganti Anas Urbaningrum terus mengemuka jelang Kongres Luar Biasa (KLB). Sementara Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengusulkan SBY-lah sebagai ketua umum.

Namun, tak semua politisi partai berlambang mercy itu setuju dengan usul yang dikemukakan Pasek. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menyatakan, mengangkat SBY sebagai ketum adalah hal yang tak mungkin.

“Itu sesuatu yang tidak mungkin kalau Pak SBY dipaksa menjadi ketum,” kata Max di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/3/2013).

“Biarlah beliau menjadi ketua majelis tinggi. Jangan dipaksakan untuk hal-hal semacam ini. Itu sama saja memancing di air keruh sebenarnya,” imbuh dia.

Max menuturkan, KLB berbeda dengan kongres 5 tahunan biasa. Seharusnya, KLB khusus untuk membahas dan menghasilkan pemimpin. Jika SBY yang ingin menjabat sebagai ketum, hal ini dapat dibahas pada kongres 5 tahunan biasa.

“Baru kalau kongres 5 tahun mendatang dan AD/ART diubah dan ketua majelis tinggi menjadi ketua umum, itu lain lagi persoalannya,” tutur Max.

“Karena ini kan KLB, harus ada special case jangan samakan seperti kongres 5 tahunan biasa. Ini special case dan khusus sekali persoalannya karena kenapa KLB ini harus terjadi dan itu harus didasari dari situ,” pungkas Max. (Ndy)