DPR Minta KPK Profesional Periksa Choel

DPR Minta KPK Profesional Periksa Choel

Headline

Choel Mallarangeng – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Komisi III DPR meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bekerja secara profesional dalam melakukan pemeriksaan terhadap Andi Zulkarnaen Mallarangeng, terkait kasus korupsi pembagunan komplek olahraga di Bukit Hambalang, Bogor.

“Kita jangan beropini, kita hormati saja KPK melakukan proses hukum. KPK juga harus bekerja secara profesional” kata Ketua Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika, ketika dihubungi inilah.com, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Lebih lanjut dia menegaskan, KPK harus transparan dan tak pandang bulu dalam menuntaskan kasus yang melibatkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng itu. “Biarkan KPK bekerja secara profesional,” tegas Ketua DPP Partai Demokrat itu.

Diberitakan sebelumnya, Andi Zulkarnaen atau yang akrab disapa Choel Mallarangeng, berjanji akan membongkar kasus korupsi yang melibatkan mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng. Dihadapan penyidik dia mengaku akan kooperatif.

“Nanti di hadapan KPK, saya akan memberitahukan apapun yang pernah saya alami, dengar, dan lihat, saya akan menyampaikan dengan sebenarnya,” kata Choel.

KPK memeriksa Choel sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga nasional, di Hambalang, Jawa Barat. Kedatangan Choel hari ini menyusul dibatalkannya pemeriksaan yang dilakukan pada Jumat pekan lalu

Dalam kasus Hambalang, Choel diduga menerima sejumlah uang dari pelaksana proyek Hambalang, PT Adhi Karya. Choel berstatus sebagai saksi. Dia dicekal bepergian ke luar negeri oleh Direktorat jenderal Imigrasi pada Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) atas permintaan KPK awal Desember 2012.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

    Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

  • Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

    Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

Nasional | Diperiksa KPK, Ini Penjelasan Rusli Zainal

Diperiksa KPK, Ini Penjelasan Rusli Zainal

Rusli Zainal

, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Riau, Rusli Zainal sebagai saksi untuk tujuh orang tersangka dari anggota DPRD Riau dalam kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6/2010 tentang Dana Pengikatan Tahun Jamak Pembangunan Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012.

Dalam pemeriksaan, Rusli Zainal membantah telah memerintahkan untuk memberi suap kepada anggota DPRD Riau.

“Saya tidak ikut memerintahkan dan sudah terbukti (terdakwa) yang sudah incraht,” kata Rusli Zainal usal pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/1).

Rusli Zainal diperiksa penyidik KPK sekitar enam jam. Ia keluar dari Gedung KPK pada pukul 15.10 WIB. Dalam pemeriksaan, ia sudah ditanyakan kesaksian untuk tujuh orang anggota DPRD Riau yang sudah jadi tersangka.

Selain itu, ia juga membantah telah memberikan perintah untuk melakukan suap kepada anggota DPRD Riau karena telah membahas Perda Nomor 6/2010. Mengenai pengakuan dalam persidangan yang mengatakan adanya perintah dari dirinya, ia berkelit dalam putusan tiga orang terdakwa yang sudah diputus vonisnya, sudah tidak ada lagi namanya.

“Tentu saya membantah, tidak ada perintah saya. Saya masih saksi, saya kan baru dimintai keterangan sebagai saksi, lanjutan dari yang kemarin,” jelasnya.

Pemeriksaan hari ini merupakan pemeriksaan ketiga kalinya untuk Gubernur Riau, Rusli Zainal terdiri dari pemeriksaan pertama pada saat kasusnya masih dalam penyelidikan dan dua kali dalam penyidikan. Dari sekian banyak tersangka yang ditetapkan penyidik KPK, tinggal tersisa tujuh orang tersangka dari anggota DPRD Riau yang masih ditangani KPK.

Ketujuh anggota DPRD itu adalah Adrian Ali (Partai Amanat Nasional), Abu Bakar Siddik (Partai Golkar), Zulfan Heri (Partai Golkar), Syarif Hidayat (Partai Persatuan Pembangunan), Tengku Muazza (Partai Demokrat), Mohammad Roem Zein (Partai Persatuan Pembangunan), dan Turoechman Asy’ari (PDI-Perjuangan). Mereka ditahan KPK di tiga rutan secara terpisah sejak 15 Januari 2013 lalu.

Nama Rusli Zainal kerap disebut dalam persidangan para tersangka di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau. Surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, menyebut Rusli sebagai pihak yang diduga ikut menyuap anggota DPRD Riau terkait pembahasan Raperda tersebut.

Rusli disebut menginstruksikan agar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat itu, Lukman Abbas, memenuhi permintaan uang lelah anggota DPRD.

Kemudian dalam surat dakwaan Lukman Abbas, jaksa KPK menyebut Rusli menerima uang senilai Rp 500 juta dan menyetujui uang suap senilai lebih dari 1 juta dolar AS kepada anggota Komisi X DPR. Suap tersebut untuk meminta dana APBN menyangkut kekurangan dana stadion utama PON senilai Rp 290 miliar.

Marzuki: Bupati Aceng Ditangkap Saja!

Marzuki: Bupati Aceng Ditangkap Saja!

Headline

Marzuki Alie-Aceng HM Fikri

inilah.com, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie meminta agar Bupati Garut Aceng HM Fikri ditangkap.

Sikap Marzuki ini menanggapi sikap Aceng yang mengancam akan kerahkan massa guna mempertahankan jabatannya. Hal itu menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang melengserkan Aceng dari jabatannya.

Menanggapi hal itu, Marzuki mengatakan jika benar bupati yang beken lantaran nikah kilat 4 hari ini mengerahkan massa, maka harus ditangkap dan diadili.

“Kalau mengerahkan massa ya tidak boleh, ini negara hukum. Itu cacat politik tidak boleh itu, tangkap saja. Tidak ada ceritanya melawan negara (putusan MA) dengan mengerahkan massa. Negara tidak bisa dilawan,” kata Marzuki, Jakarta, Kamis (24/1/2013).

“Dia boleh melaksanakan langkah-langkah hukum. Silahkan, mau menuntut MA juga silahkan. Tapi kalau mengerahkan massa untuk mempertahankan jabatan, itu lain persoalan. Itu tindakan melanggar hukum,” lanjut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Menurutnya, ada persepsi yang berbeda mengenai pernikahan siri Aceng dengan gadis berusia 18 tahun bernama Fani Oktora. Kata Marzuki, siapapun yang ingin menjadi pejabat publik tentunya ada aturan-aturan negara yang harus dipenuhi. Jadi hukum agama harus dihargai, tetapi hukum publik harus diikuti.

“Kalau dari sisi hukum negara ya tidak patut lah. Kan ada UU tentang perlindungan anak. Nah ini yang harus di pahami bahwa kita sebagai warga negara harus patuh terhadap hukum negara dan harus dipatuhi dan itu perintah nabi. Jangan sampai kita melanggar hukum negara. Jadi saya mengapresiasi putusan MA,” jelas Marzuki. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Pemain Madrid Diklaim Minta Mourinho Dipecat

    Pemain Madrid Diklaim Minta Mourinho Dipecat

  • Buffon Layak Dapat Ballon d'Or Sebelum Pensiun

    Buffon Layak Dapat Ballon d’Or Sebelum Pensiun

LEX DATANGI RUMAH DPD PAN DEPOK

LEX DATANGI RUMAH DPD PAN DEPOK


CALON WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT KE DEPOK Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013. CALON WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT KE DEPOK Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013. Hari ini Leksmana calon Wakil Gubernur Jawa barat bersilaturahmi ke Depok . ” Ada 8 titik yang akan kita kunjungi, nanti kita rood show, kira – kira jam 11 ke tempat saya di Jalan kencana ” Kata Hasbullah Rahmad Ketua DPD PAN Depok di cimanggis (10/1 ) .

Nasional | Kartu ATM Dibobol, Uang Nasabah Rp 74 Juta Lenyap

Samarinda – Seorang nasabah bank swasta nasional di Samarinda menjadi korban pembobolan kartu ATM. Uang Rp 74 juta ludes setelah sebelumnya kartu ATM miliknya tertelan di sebuah mesin ATM yang berlokasi di Jl Slamet Riyadi, Karang Asam, Samarinda.

Kejadian itu dialami nasabah berinisial MY (62), Minggu (20/1/2013) lalu, saat bermaksud ingin bertransaksi di mesin ATM di Jl Slamet Riyadi. Sebelum bertransaksi, MY telah diingatkan seorang ibu yang menyebutkan bahwa mesin ATM tersebut rusak karena kartu ATM-nya tertelan.

“Waktu itu hari Minggu, sekitar jam 8 pagi. Sebelum masuk ke ruang ATM, ada ibu-ibu yang mengingatkan mesin itu rusak dan kartu ATM-nya tertelan. Tapi Bapak saya tetap mencobanya meski akhirnya dibatalkan. Akhirnya kartunya tidak bisa keluar dan tertelan di mesin,” kata Kiki Famala, putri MY, saat mendampingi ayahnya melapor ke Mapolresta Samarinda, Jl Bhayangkara, Selasa (22/1/2013) sore.

Beberapa saat setelah kartu ATM ayahnya tertelan, datang seseorang pria yang tidak dikenal meminta ayahnya menghubungi Call Centre lantaran bank tutup operasional di hari libur.

“Karena ayah saya tidak membawa hp saat itu, pria itu menawarkan hp-nya untuk nelpon call centre soal kartu ATM tertelan. Di telpon itu, ayah saya ditanya nama lengkap dan tanggal lahir, tapi tidak tanya nomor PIN,” ujar Kiki.

“Pria itu kemudian menyuruh ayah saya untuk mencoba memasukan nomor PIN di ATM didampingi orang tidak dikenal itu, padahal kartunya tertelan. Namanya saja orang tua, ayah saya saat itu menurut saja. Tetap tidak bisa, ayah saya pasrah dan pulang,” tambah Kiki.

Pada Senin (21/1/2013), MY kemudian mengurus penggantian kartu baru di kantor cabang bank. Namun saat meminta print out transaksi rekeningnya, MY terkejut saldonya tersisa Rp 18.000.

“Ada Rp 74 juta yang berkurang dari rekening. Ayah saya kaget dan kemudian baru hari ini lapor ke polisi sambil membawa bukti-bukti print out dari bank,” terang Kiki.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, polisi telah memulai penyelidikan terkait raibnya uang korban.

“Benar, kita terima laporannya. Kita memulai penyelidikan terkait laporan itu,” kata Feby.

Antisipasi pasang air laut tagl 24 Januari?

Semua ini kan alam, tapi semua yg bisa kita lakukan, kita lakukan. Kemarin kita Udah bersurat juga ke BPPT agar dirong hujam tidak untuk mendorong hujan itu tdai ada taggal2 itu, jgn sampe pas hujan sangat deras pas air pasang, itu yg mau kita hindari Mungkin apa sehari dua hari buat bendungan raksasa? Gak mungkin, sehingga perlu rekayasa cuaca itu yg kita pilih.

Banjir rob antisipasinya?

Itu tadi saya sampaikan, rekayasa hujan minta bppt, itu yg akan kita lakukan. Kalo di sisi badan penahgghulanagn pencana,sehari dua hari kita brefing lagi betul2 siap, adsa skenarion satu dua, tiga, akan kita pake kelola situas yg aada jgn sampe kemarin jebolnya tanggul latuharhary yg memang diluar skenario.

Skenario disiapkan?

Ada plan a plan b, jgn ahanya eutiniytas basa, nnti kita ketemu, satu2 ada plan.

Sepanjang utaa banyak tanggul, banyak yg tidak kuat?
Liat saja, kita kesan kesuliutan, perkuat tanggul dua tiga hari gak mungkin. Ya itu tadi skneraio, rekayasa cuaca hujan, dan persiapkan diri kalo memang itu hujan.

Kalo yg katulampa, kebawah kan ketikaan bukit duri. Kalo dikatulampa jam brapa, bukit dukri jam berapa, itu udah ada. Untuk cuaca ekstim ini ada yg diluar skenario.

Ada persiapa, kalo banjit ttp datang, pompa, di daerah utara itu?

Pompa ada hanya enam yg portabel, kementerian ada. Tpi kalau air pasang dateng, ujan besar dateng. Kekuatan pompa seperti apa. Pompa yg bisa habiskan air dan buang ke laut ya hanya seperti yg di plui kemarin, karena kapasitas besar.

Makanya ketika ketemu presiden kita minta supaya pompa yg di marina, di pluit, tengah barat dan timur dipercepat, skrg pompa nya belum ada.  Kalo kita mau beli saja bisa dibeli, tapi kan. Perlu pndasi, perlu infrastuktur pipa lin, itu perlu waktu sampe 4 bulan.

++++


Latuharhary reklame itu kan ada 4. Sampingnya sebelah sana dua. Kalo itu ditanam, kemunginan besar, fondasi seprtiga ketinggian. Kedalamannya di cor sampe 14 meter. Yg kecil aja ada dua lagi pak?

Sudah saya perintahkan semua reklame yg ada ditanggul yg ada di tanggul itu di potong, dicopot, dimanapun. Tanggul itu gak boleh ada benda manapun selain tanggul (diatasnya). Karena kita konsentrtasi pecahkan di bawah, nnti saya copot semuanya. Kotrak urusan dinas. Keselamatan nmr 1.

100 hari pengalamannya gimana pak? Ada yg kurang?

Biasa saja, semua persoalan sama, jgn pikir saya liat seperti ini pusing? Ndak…yg paling penting, stiuap problem bisa diselesaikan sewcepatnya, blusukan ke kampung, lokasi lain, itu kita ingin mengetahui menggali permasalah yg ada dilapangan di masyarakat. Kita kan masuk ke kampung bukan aur- auran, kita udah lebih dulu survei kesana. Persoalan yg ada, kita datang kesana bisa gak selesaikan masalah.

Ketanah merah kita udah kesana beberapa kali.liat sekrag berjalan gak sekarang.

Kecil2 memang tpi kalo ga ditangani itu jadi persoalan besar, ditanah tinggi pompa rusak, kita kan hanya butuh semua diperbaiki. Kita mau buat rusun yg hidup.

Seperti di marunda, 26 hanya yg dipake 7, 19 klosetnya pintunya ilang- ilangan. Taun ini rampung, bisa langsung isi. Ini kegunaan kita liat ersoalan seperti itu. Kalo dikantor ngapain. Cuma tanda tangan doang paling, set jam rampung. Ngapain dikantor rapat juga ndak. Kita mau semua nya cepet. Prang itu liat persoalan riil. Kalo dikantor kejebak rutinitas. Tekan teken, kenapa gak diserahkan kebawah.

Kalo dibawah, riil, persoalan masyarakat banyak dibawah, saya mau policy saja.

Perlu waktu juga untuk pembangunan konsep di jkt untuk 5 tahun? Rpmjd sudah rampung, 6 bulan setelah dilantik selesai, itu aturannya.

Sudah, dipikir kita diem, malam garap maecem2. Rpjmd, semua kita garap. Malem untuk untuk enak mikir. Paling enak malem untuk mikir.

Masalah yg paling bikin pusing? Gak ada. Enteng semua, biasa saja. Masalah dikota saya 8 tahun biasa saja. Masalah dikota biasa saja. Gak ada pusingnya.
Ciyusss

Reario, waduknya akan diperbesar.

Di BMW di perbesar, kemudian di pondok ranggon itu dibeli lagi di gedein. Di daan mogot juga, di gedein. Direario kita beli sampe 800 ratusan.

Rusun marunda itu pemindahan warga dari waduk pluit?

Ya kalo warga mau, karena waduk itu mau kita perdalem, mau perlebar. Ya kalau mauuu, caranya? Diberi pengertiann.

Kalo pindah gimana?

Kalo mau permanen, ya rumah disanannya diilangin. Itu kan kanan kiri nya mau kita tanami, mangrove, bakau.

+++
Ada yg nilai turun kelapanagan karena gak percaya anak buah.

Saya dilapangan gak masalah, saya dari lapangan, telpon. Ini ada masalah. Selesaiakan. Saya hanya buka pintu aja, nanti yg masuk walikota. Kalo belum selesai ya saya turun lagi. Itu selalu kita delegasikan, ngapain saya selesaikan sendiri. Tpi untuk hal- hal yg penting sekali seperti yg dilatuharhari itu dari pagi saya tungguin, karena itu menyangkut warga yg ribuan banyaknya terkena imbas kalo itu gak rampung.

Penanggung jawab lokal di lokasi banjir siapa? Persoalan dilapanghan, masy dapet informasi, mereka harus lari kemana? Komando info nya siapa?

Ya kalau di dki kita. Kalo pembersiahan dinas kebersiahan, tapi ini keadaan darurat, segala kekuatan kita kerahkan semua. Kalo masy mau sesuatu untuk sedot yg ke damkar, kebersihan dinas kebersiahan.
(trq/trq)

Dokter Roadshow

Dokter Roadshow


Rombongan Roadshow Partai HANURA diperkuat dengan tim medis yaitu dr Nurul yang selalu siap melayani seiap orang. Mulai dari membagikan vitamin, memeriksa tensi, memastikan setiap orang cukup makan dan konsultasi setiap saat diperlukan bahkan di lapangan parkir Gowongan Inn tidak menjadi halangan.Terimakasih banyak dr. Nurul, kehadiran dokter membuat perjalanan 17 hari ini nyaman dan menyenangkan. Sent from my BlackBerry┬« powered by Sinyal Kuat INDOSAT —–Original Message—– From: Ratna Ariani ratna_ariani@yahoo.com Date: Sat, 9 Jun 2012 08:42:47 To: Wahyu Agungyoe98@yahoo.com Subject: Gowongan Inn Rombongan Roadshow Partai HANURA diperkuat dengan tim medis yaitu dr Nurul yang selalu siap melayani seiap orang. Mulai dari membagikan vitamin, memeriksa tensi, memastikan setiap orang cukup makan dan konsultasi setiap saat diperlukan bahkan di lapangan parkir Gowongan Inn tidak menjadi halangan.Terimakasih banyak dr. Nurul, kehadiran dokter membuat perjalanan 17 hari ini nyaman dan menyenangkan.