Surya Paloh: Pakta Integritas tidak Jamin Kader Bersih

Metrotvnews.com, Padang: Pakta integritas yang menjadi tren partai politik saat ini tak menjamin kader bebas korupsi. Modal besar ialah kejujuran kader itu sendiri.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengatakan hal tersebut. NasDem, menurutnya, mengantisipasi kader berbuat negatif telah menekankan dalam manisfesto NasDem dengan gerakan-gerakan yang menggugah sukma, kata hati, dan lainnya.

Antisipasi lain, sambung Surya Paloh, tentunya keteladanan dari pemimpin. Konsekuensi pemimpin ada dua yakni mendapatkan pahala yang besar dari yang dia pimpin atau dosa yang lebih besar.

“Jadilah seseorang pemimpin yang memimpin strata apa pun dengan satu niat dia mengorbankan apa pun kepada yang dipimpinnya, kepada kepentingan yang lebih besar, tidak terbatas pada kelompoknya,” ujar Surya Palo usai memberi pembekalan Caleg Partai NasDem wilayah Sumatra Barat di Hotel Mercure, Padang, Sabtu (8/3).

Surya Paloh juga mengatakan partai-partai politik di Indonesia mendapat hak protokoler dan hak konstitusi yang hebat, tapi sering sekali menyalahgunakan. “Kita adalah bangsa dengan potret sosial sakit. Sebab itu. gerakan perubahan restorasi itu menyangkut semua aspek kehidupan kita,” ujarnya.

Surya Paloh juga mendukung penuh kebijakan penyederhanaan partai politik yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang mengadopsi sistem demokrasi di Amerika, tapi sayang tidak serta merta mengadopsi kepartaiannya. Amerika ialah negara yang hanya membolehkan dua partai politik untuk menjadi mesin demokrasi.

“Kita sok bicara liberalistik, tapi partisipasi masyarakat rendah, pelayanan publik rendah. Semangat hukum undang-undang banyak, tapi pelanggaran hukum lebih banyak lagi. Saat ini, masyarakat menganggap partai politik bermoral negatif,” tambahnya.

Untuk target pada Pemilu 2014, Surya Paloh menegaskan NasDem tentu ingin menjadi pemenang pemilu. Surya Paloh juga membantah kader yang  pindah atau eksodus banyak seperti yang digembar-gemborkan beberapa media massa.

“Kader yang pindah sedikit sekali. Siapa yang bilang banyak? Kalau ingin tahu, berdasarkan database yang dibangun IT kami, tiap jam ada sekitar 10 ribu anggota baru yang masuk ke NasDem. Ini yang tidak disadari teman, pengamat, bahwa betapa besarnya antusiasme publik terhadap partai ini. Kepindahan HT (Hary Tanoe) sangat kecil pengaruhnya,” katanya.

Surya Paloh juga menaruh harapan besar kemenangan NasDem terjadi di Sumbar. “Mendirikan sebuah partai harus melihat animo dari publik, respons dari masyarakat, kemampuan penggoranisasian, struktur kepartaian,” tegasnya.

Konsolidasi Partai NasDem, menurutnya, wajib menyadari harus mengikuti langkah, irama, dan ragam yang sama. NasDem harus melakukan pikiran, konsepsi, dan gagasan yang lebih jauh.

Dia juga mengatakan NasDem belum akan membicarakan calon presiden sebelum melihat seleksi hasil pemilu 2014.

“Partai harus tahu diri apakah sesuai dengan harapan dan kenyataan. Etika berpolitik, pertama, tidak mencalonkan hasil presiden dan wakil presiden sebelum tahu hasil pemilihan legislatif. Kedua, kalau hasil pemilihan legislatif itu sendiri di luar posisi yang diharapkan, harus memikirkan ulang soal pencalonan,” jelasnya.

Prioritas pertama NasDem, tegas Surya, ialah menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk menghargai nilai-nilai moralitas dan proporsionalitas. (Yose Hendra)

Editor: Wisnu AS