Sosialisasi pencalonan di Tuban, Cagub Jatim Bambang DH pakai mobdin Pemkot Surabaya

Kendaraan Plat Merah padati lapangan Desa Laju Kidul

Editor: Mohammad Ridwan | Minggu, 12 Mei 2013 05:46 WIB, 6 menit yang lalu



Sosialisasi pencalonan di Tuban, Cagub Jatim Bambang DH pakai mobdin Pemkot Surabaya - Kendaraan Plat Merah padati lapangan Desa Laju Kidul - Mobil Dinas Pemkot Surabaya yang dipakai Rombongan Bambang DH sosialisasi pencalonan gubernur di Kabupaten Tuban

Mobil Dinas Pemkot Surabaya yang dipakai Rombongan Bambang DH sosialisasi pencalonan gubernur di Kabupaten Tuban(Foto: Muhaimin-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Pemandangan tidak etis werarnai pelaksanaan sosialisasi pasangan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur asal Partai PDIP Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah di Lapangan Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Sabtu (11/05/2013).

Pasalnya, kendaraan yang ditumpangi Bambang DH beserta rombongan ternyata mobil dinas milik Pemrintah Kota (Pemkot) surabaya.

Baca juga: Cagub Jatim Bambang DH-Said Abdullah gelar sosialisasi di Tuban

Saat menghadiri sosialisasi itu, Bambang DH yang masih mejabat sebagai Wakil Walikota Surabaya datang menumpang mobil dinas Toyota Camry Nopol L 1715 BS.

Sedangkan rombongannya menggunakan mobil dinas pelat merah Isuzu Panther L 1729 NP dan Kijang Inova L 1584 PP.

Selain dipadati mobil dinas milik Pemkot Surabaya, di lokasi parkir sosialisasi juga terdapat mobil plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

Pantauan LICOM, mobil plat merah milik Temkab Tuban yang berjejer di lokasi parkir diantaranya adalah mobil bernopol S 494 EP dan mobil S 5 EC. Mobil ini dikendarai bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPRD Tuban dari Fraksi PDIP.

Mobil ini sebelum acara berpelat merah, saat acara mulai diganti warna hitam.

Divisi Pengawasan Panwaslu Kabupaten Tuban Budi Hari Utomo, mengatakan pihaknya juga telah menemukan keberadaan Mobdin ini di lokasi parkir sebelah timur Lampangan Desa Laju Kidul.

“Kendaraan dinas itu sudah kami foto. Kegiatan semacam ini sebenarnya sudah masuk kategori kampanye.Berdasarkan aturan, aset negara tidak boleh digunakan kampanye,” ungkapnya usai acara.

Kata Budi, Panwalu akan mendalami dan segera memproses masalah ini.@muhaimin

lensaindonesia.com