Soal Nyapres, Akbar Tanjung : Mahfud Kalah Berani dari Rhoma Irama

Soal Nyapres, Akbar Tanjung : Mahfud Kalah Berani dari Rhoma Irama

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung

, JAKARTA — Politisi senior dari Partai Golkar, Akbar Tanjung menghargai semakin maraknya nama-nama yang disebut akan meramaikan pencapresan pada Pemilu 2014 nanti.  Bahkan, ia menghargai keberanian beberapa orang yang terang-terangan mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden.

“Seperti Rhoma Irama, kalau Pak Mahfud MD yang masih malu-malu. Kok malu-malu, wong dia profesor, kalah berani sama Rhoma Irama,” kata Akbar ketika dijumpai di Hotel Grand Melia, Jakarta, Senin (28/1).

Rhoma Irama secara terbuka telah menyatakan kesiapannya sebagai capres. Bahkan raja dangdut itu sudah mulai bergerilya menghimpun dukungan dari berbagai kalangan.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga telah mengisyaratkan bersedia mendukung Rhoma Irama. Sementara Mahfud MD juga dijagokan sebagai tokon non-parpol yang dikehendaki banyak pihak menjadi capres alternatif.

Lantaran masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), hingga saat ini Mahfud MD belum mengungkapkan kemungkinan akan maju pada pilpres nanti. Berbeda dengan kondisi Rhoma Irama yang sudah mendeklarasikan diri.

Selain Rhoma Irama dan Mahfud MD, Akbar juga menyebut beberapa nama potensial lainnya. Ketua Dewan Pertimbangan partai berlambang pohon beringin itu mengapresiasi kesiapan beberapa tokoh parpol sebagai capres.

Ia menyebutkan misalnya, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra. Elektabilitas Prabowo yang cukup tinggi, bahkan melebihi elektabilitas Gerindra, menurut Akbar merupakan hal yang bagus.

Akbar juga mengomentari rekan separtainya, Jusuf Kalla yang disebut akan kembali maju dalam pilpres nanti. Meski Golkar secara resmi telah mengumumkan akan mengusung Aburizal Bakrie, Kalla masih diperebutkan sejumlah parpol.
 
“Pak JK yang dikatakan blusukan di beberapa partai memperlihatkan dia memang punya keinginan. Itu sehat, kita lihat saja dinamika ke depannya bagaimana,” ungkap Akbar.