Rieke Pertanyakan Penyelenggaraan Pemilukada Jabar

Metrotvnews.com, Jakarta: Kandidat calon gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke D Pitaloka mempertanyakan penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah di Jabar setelah pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar diumumkan sebagai pemenang. Meski tidak menuduh secara langsung pasangan tersebut, Rieke dengan lantang menyerukan antipolitik uang,

“Ketika ada demokrasi, kalah menang itu biasa. Tapi, tidak bisa dilihat begitu saja. Harus dilihat prosesnya itu clear atau tidak,” cetus Rieke ketika bicara di Studio MetroTV, Ahad (3/3).

Rieke menyebut Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat sebagai orang yang ‘kecil tapi manuvernya luar biasa. Ia juga mengkritik letak KPU Jabar yang menempel dengan kantor pemerintah provinsi tersebut. Sebagai catatan, pemenang pemilu Jabar tak lain adalah gubernur yang saat ini menjabat.

Pertanggungjawaban atas pesta demokrasi Jabar ditagih oleh Rieke. Sebab, pesta demokrasi tersebut menelan biaya Rp1 triliun. 

“Silakan berkelit apa pun, tapi semangat melawan politik uang tidak boleh hilang,” cetus Rieke.

Rieke menolak membeberkan lebih rinci mengenai temuan kecurangan maupun langkah hukum yang akan diambil PDIP terkait Pemilu Kada Jabar tersebut. Ia meminta seluruh pernyataan mengenai persoalan ini, termasuk mengenai saksi pasangan Rieke dan Teten Masduki yang menolak menandatangani berita acara rekapitulasi perhitungan suara, dirujuk pada tim advokasinya.

Pada kesempatan diskusi yang sama, Gubernur Aher menjawab soal mengenai politik uang. “Kami siap (menghadapi tuntutan) apapun. Bisa kami buktikan, kami tidak ada politik uang apa pun. Tidak ada bantuan sosial apa pun yang turun,” cetus Aher via teleconference. 

Ia merinci, seluruh rencana bansos yang pada periode kampanye, belum sepeser pun turun ke masyarakat.

Aher justru menyebutkan, ia sendiri merasa dicurangi pada Pemilu Kada Jabar. Ia menyebut-nyebut mengenai kehadiran mobilisasi kepala daerah lain dengan bendera partai. 

“Bahkan kami dicurangi berita-berita buruk. Kami percaya masyarakat Jabar sudah dewasa dan menilai,” tukasnya. (Gayatri/Agt)