Prabowo Dituntut Jujur Ungkap Penculikan 1997 dan 1998

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjelang Pemilu 2014, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto perlahan meningkat dan memiliki kans besar untuk memperebutkan kursi Presiden Indonesia. Sehingga menurut Pengamat Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando, track record Prabowo harus jelas dan mau dibongkar. Lima tahun lalu tidak menjadi pembicaraan karena sulit menang.

“Ada catatan sejarah yang harus diluruskan oleh Prabowo. Dia harus bicara apa yang dia ketahui dan peran dia dalam penculikan 1997 dan 1998 dimana ada 3 kali penculikan. Tidak mungkin Prabowo tidak tahu, saat itu dia menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Pangkostrad,” katanya di Salemba, Jakarta (5/2).

Apalagi Prabowo sudah menyatakan tahu bahwa ada penculikan yang dilakukan Tim Mawar Kopassus, lalu dibebaskan dan membantah bahwa orang yang diculik itu disiksa. Bahkan hingga kini belum pernah diajukan untuk diadili ke Mahkamah Militer, padahal anggota dalam Tim Mawar sudah divonis bersalah.

“Apa cukup dengan minta maaf? Apa logis jika dia tidak tahu penculikan yang lainnya? Hampir pasti dia tahu,” jelas Ade Armando.
Menurut Ade Armando, apa yang diketahui Prabowo harus dinyatakan terbuka dan keluarga korban penculikan perlu diberitahu.

“Mengingat dia berpotensi besar menjadi presiden. Sangat tidak etis jika seorang presiden berasal dari pelanggar HAM. Padahal kalau dia menjelaskan dan ternyata bersih serta menunjukan siapa pelakunya, bukan tidak mungkin Prabowo akan dipilih masyarakat dan menjadi presiden selanjutnya,” ungkapnya. (Raja Eben L/Agt)

Editor: Agus Tri Wibowo