PKS Tantang KPK Periksa Anis Matta secara Terbuka

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Anis Matta secara terbuka. PKS ingin mengetahui semua pertanyaaan yang dilontarkan terkait kasus dugaan suap impor daging sapi.

“Saya besok ini malah sedang mengusulkan kalau mereka jadi memanggil Anis Matta. Kami mau minta penyidikan pada pak Anis itu dibuka. Taruh kamera di depan. Kami mau menonton. Kamu bertanya apa sih? Kan hukum publik yang dipakai,” kata Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah melalui siaran pers, Minggu (12/5).

Fahri mengharapkan KPK jangan memeriksa Anis dan Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hilmi Aminuddin secara tertutup. Jangan melakukan hal seperti itu untuk menutupi kebodohan. “Makanya saya bilang, institusinya harus dibuka,” kata Fahri.

Fahri melihat lemabaga antirasuah itu selama ini sangat tertutup. Masyarakat tidak tahu yang terjadi. Fahri merujuk pada amandemen UUD 1945 keempat, yakni Indonesia memasuki demokrasi secara utuh. Dalam transisi itu, KPK dibentuk untuk mengantarkan lembaga negara lain pada mekanisme demokratis.

Karena itu, KPK harus membuat aturan yang jelas. Tidak boleh seperti saat ini, KPK terkesan menikmati ketidakjelasan aturan.

“Kalau di luar negeri itu, anda begitu datang itu jelas, anda datang bertemu siapa sampai jam berapa. Kemudian itu dimonitor siapa yang memeriksa anda, dalam kasus apa, pasal yang dituduhkan kepada anda itu disebutkan. Bahkan di sana, orang diproses oleh negara itu ada Miranda rule,” jelas Fahri.

Mengacu pada Miranda rule, PKS menyebut pemeriksaan asisten pribadi eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Zaky, sebagai jebakan. Sebab Zaky tidak ada hubungan dengan kasus Luthfi.

“Di negara lain orang diberikan US$ 10-25 untuk menghubungi lawyer. Sekarang yang diperiksa KPK itu tidak pernah didampingi lawyer. Itu kan tidak boleh. Makanya banyak orang yang dijebak dalam pemeriksaan, karena orang tidak mengerti hukum seperti saudara Zaky. Dia dijebak,” jelas Fahri.

Bekas anggota Komisi III DPR itu pun melihat jebakan KPK sangat tidak relevan yakni menghubungkan Luthfi dengan perempuan. “Harusnya yang jahat dan tidak jahat dalam negara itu dibikin jelas, supaya orang jangan samar-samar,” tegasnya.

KPK berencana memanggil Anis Matta sebagai saksi kasus impor daging pada pekan ini. Hilmi urung hadir pada Jumat (10/5).

Editor: Wisnu AS

metrotvnews.com