Pertikaian TNI dan Polri, Cerminan tidak Ada Harmonisasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu beberapa hari yang lalu dinilai merupakan cerminan bahwa belum adanya harmonisasi antara TNI dan Polri.

Sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan mengatakan aksi pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu adalah akibat dari ‘kenakalan’ oknum di bawah bukan sistematis dari atas.

Sehubungan dengan ini, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Martin Hutabarat menilai perseteruan bawahan itu merupakan cerminan bahwa belum adanya harmonisasi antara kedua instansi tersebut.

“Melihat kasus ini jangan hanya hitam dan putih. Apa yang terjadi di bawahan itu adalah cerminan bahwa belum ada harmonisasi kedua instansi itu. Saya lihat itu, sejak pemisahan Polri dari TNI,” ujar Martin di Gedung DPR RI, Minggu (10/3).

Pihaknya menyesalkan rencana Komisi III bersama-sama dengan Komisi I untuk berkunjung ke Ogan Komering Ulu (OKU) tidak jadi. Pasalnya, Tim Komisi III yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Gede Pasek Suardika telah berangkat untuk melihat kondisi pasca pembakaran Mapolres oleh angota TNI.

“Sebaiknya kan sama-sama sebab domainnya ini dua mantra kerja. Aneh juga, Jumat saya diberitahu katanya sama-sama dengan Komisi I, eh tahunya sendiri. Saya tidak ikut, karena Sabtunya saya ada ceramah di Makassar,” pungkasnya.

Martin juga menyayangkan pertikaian antaraparat ini terjadi apalagi ditenggarai karena tewasnya prajurit satu Heru Oktavianus, 23, Artileri Medan 15/76 oleh polisi lalu lintas sektor Baturaja, Brigadir BW pada tanggal 27 Januari 2013 lalu.

“Kasus itu kan sudah 1,5 bulan pasca terjadinya. Tetapi mereka (TNI) tidak tahu. Mendadak menyerang polisi. Harusnya tiga minggu itu sudah masuk pengadilan. Tidak selama ini. Ya, polisi juga harus instrospeksi untuk memberi tahu updatenya. Semua orang juga harus tahu kelanjutan dari kasus ini,” tandasnya.

Martin juga menambahkan, Komisi III selanjutnya akan kembali membahas solusi konflik setelah pemaparan Tim Komisi III yang berangkat ke OKU, Sumsel. Menurut Martin, dalam hal ini Presiden merupakan kunci solusi untuk pertikaian antar aparat tersebut.

“Kita berharap membuat hubungan antar aparat ini lebih baik. Kuncinya ada di presiden. Apalagi SBY kan dulu Menkopolkam. Lempar solusi saja untuk keduanya, dan jangan boleh biarkan hal itu terulang. Kalau bertikai lagi, tegaskan bahwa Presiden bisa tegas menindak mereka,” ujarnya. (Astri Novaria/Agt)

Editor: Agus Tri Wibowo