Pemilu 2014, Komposisi Dapil Nganjuk Bisa Berubah


Pemilu 2014, Komposisi Dapil Nganjuk Bisa Berubah - Hasil Kajian KPUD Terhadap Rasio Jumlah Penduduk - Peta Kabupaten Nganjuk

Peta Kabupaten Nganjuk(Foto: ist)

LENSAINDONESIA.COM: Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2014 mendatang dimungkinkan jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) di wilayah pemilihan Nganjuk bisa berubah. Ini berdasarkan hasil kajian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nganjuk terhadap komposisi rasio jumlah penduduk.

Ketua KPU Nganjuk, Juwahir menyatakan, komposisi Dapil dalam pilleg 2014 mendatang kemungkinan ada tiga pilihan alternatif. Yang pertama, jumlah Dapil tetap seperti periode Pilleg sebelumnya, yakni sebanyak lima Dapil, namun alokasi jumlah kursi masing-masing akan dikurangi satu.

Baca juga: KPU Nganjuk Verifikasi Ulang 7 Parpol Peserta Pileg 2014 dan DPRD Nganjuk Terancam Kehilangan 5 Kursi

Alternatif kedua, terdapat perubahan Dapil, yakni jumlah Dapil bisa berubah menjadi 6 Dapil. Sedang alternatif ketiga, terdapat perubahan nama Dapil. “Semisal, Dapil satu dapat berubah menjadi dapil empat atau sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Juwahir, dilakukannya alternatif pada Pileg 2014 tersebut, ada tujuh prinsip dasar dilakukannya penataan Dapil diantaranya,Kesetaraan nilai suara, yaitu mengupayakan nilai suara (harga kursi) yang setara antara satu daerah pemilihan dengan daerah pemilihan lainnya dengan prinsip satu orang-satu suara-satu nilai.

Ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, yaitu mengutammakan pembentukan daerah pemilihan dengan jumlah kursi yang besar agar persentase jumlah kursi yang diperoleh setiap partai politik dapat setara mungkin dengan persentase suara sah yang diperolehnya.

Proporsionalitas, yaitu memperhatikan kesetaraan alokasi kursi antar daerah pemilihan agar tetap terjaga perimbangan alokasi kursi setiap daerah pemilihan.

Integralitas wilayah yaitu beberapa kabupaten/kota atau kecamatan yang disusun menjadi satu daerah pemilihan harus saling berbatasan, dengan tetap memperhatikan keutuhan dan keterpaduan wilayah, mempertimbangkan kondisi geografis, sarana perhubungan dan aspek kemudahan transportasi.

Berada dalam cakupan wilayah yang sama, yaitu penyusunan daerah pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota yang terbentuk dari satu, beberapa dan/atau bagian kecamatan harus tercakup seluruhnya dalam suatu Dapil anggota DPRD kabupaten/kota.

Kohesivitas, yaitu penyusunan daerah pemilihan memperhatikan sejarah, kondisi sosial budaya, adat istiadat dan kelompok minoritas. Kesinambungan yaitu penyusunan daerah pemilihan dengan memperhatikan Dapil yang sudah ada pada pemilu tahun 2009, kecuali apabila alokasi kursi pada Dapil tersebut melebihi 12 kursi atau apabila bertentangan dengan keenam prinsip di atas.

Hanya saja,lanjut Dia, dalam sosialisasi dan konsultasi bersama ketua dan sekretaris Parpol , yang menerima alternatif pertama adalah PDIP,PAN, Gerindra dan Demokrat. Sedangkan Golkar, PKS, Hanura, PKB dan PPP menerima alternatif ketiga.

“Khusus PKB menerima dua alternative, yaitu alternative pertama dan alternative ketiga,” tandasnya.

Sedangkan, untuk Partai NasDem, satu-satunya partai yang menerima alternatif kedua dengan penambahan jumlah Dapil menjadi enam.

Untuk alternatif pertama, jumlah kursi masih sama dengan pilleg 2009, yakni untuk Dapil I sebanyak 9 kursi, Dapil II sebanyak 6 kursi, Dapil III sebanyak 11 kursi, Dapil IV sebanyak 9 kursi, dan Dapil 5 sebanyak 8 kursi. Sedangkan pada alternatif ketiga, masing-masing Dapil memiliki 9 Dapil, kecuali Dapil I memiliki 8 kursi.

“Hasilnya, komposisi itu juga masih akan dibawa ke KPU Pusat. Jika memang nanti sudah disetujui dan ditetapkan oleh KPU pusat, maka komposisi yang baru itulah yang akan digunakan dalam pilleg 2014 nanti,” pungkasnya.@sahinlensa