PDIP Tuding Mangku Pastika Lecehkan Partai

PDIP Tuding Mangku Pastika Lecehkan Partai

Made Mangku Pastika

, DENPASAR–Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bali merasa dilecehkan oleh Gubernur Made Mangku Pastika yang diusungnya pada pemilihan kepala daerah 2008.

“Tidak sepatutnya Mangku Pastika seperti itu. Ini benar-benar membuat kami tersinggung. Silakan kalau merasa sudah pasti menang, tapi jangan merendahkan pihak lain,” kata Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi kepada media di Puri Satria Denpasar, Jumat (18/1).

“PDIP punya nafas hebat, nafas militansi, nafas gotong royong. Jika diperlukan begitu, nafas itu akan hidup lagi. Apalagi pemilih di Bali cukup besar untuk partai itu,” katanya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Taufiq Kiemas yang digelar di Vila Cucukan, Kabupaten Gianyar, pada Rabu (16/1) malam, Mangku Pastika mengungkap sejumlah uneg-uneg. Salah satunya upaya penjegalan terhadap dirinya dengan alasan lima kali tidak dapat bertemu Megawati Soekarnoputri meski sudah memintanya.

Bahkan, kata Mangku Pastika, waktu itu ada upaya sengaja dari internal PDIP untuk meninggalkannya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Bali Bidang Hukum dan HAM, Nyoman Sudiantara mengatakan bahwa apa yang dikatakan Mangku Pastika tidak benar.

“Tidak benar atas hal itu, kalau kami disebut meninggalkan. Buktinya proses penjaringan beliau dimasukkan. Bahkan kami perpanjang pembukaan pendaftaran,” katanya.

Menyinggung soal PDIP tak lagi mengusung Mangku Pastika, Sudiantara menyebut itu murni penilaian yang dilakukan oleh DPP.

“Juga bagian dari evaluasi dan penyegaran di tubuh partai. “Jadi tidak benar jika kami dianggap meninggalkan Mangku Pastika,” kata Sudiantara menegaskan.

Ia menyesalkan langkah Mangku Pastika yang membocorkan pembicaraan dengan Taufiq Kiemas ke media massa. Karena, kata dia, pembicaraan itu bukan untuk konsumsi media.

“Langkah Mangku Pastika itu melecehkan dan tidak etis. Dia sudah melecehkan Taufiq Kiemas, tokoh bangsa yang dihormati,” ucap Sudiantara yang juga Direktur Utama Perusahaan Daerah Parkir Kota Denpasar itu.

Baru-baru ini Pastika bertemu Taufiq Kiemas didampingi Wakil Gubernur Anak Agung Ngurah Puspayoga.

Salah satu yang diungkapkan yakni prasangka penjegalan terhadap dirinya sehingga tak dusung  kembali oleh PDIP. Itu sebabnya Mangku Pastika memilih menggunakan kendaraan koalisi partai yang dimotori Partai Golkar dan Demokrat serta didukung Partai Hanura dan Gerindra untuk bertarung di Pilkada Bali.