Partai Demokrat sudah Kalah 3-0 di Pilgub Besar

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat yang berjargon ‘Katakan Tidak Pada Korupsi’ setidaknya sudah mengalami tiga kali kekalahan besar di dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada).

Fakta ini diungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Jumat (8/3).

Menurutnya, kekalahan telak Partai Demokrat telah terjadi saat Fauzi Bowo dikalahkan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. “Jangan lupa kekalahan Fauzi Bowo. Itu terjadi sebelum kisruh Partai Demokrat,” ujarnya.

Dalam Pilgub DKI, Partai Demokrat termasuk salah satu pengusung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Sedangkan Jokowi yang memenangi pilgub didukung oleh PDIP dan Partai Gerindra.

Qodari menambahkan, kekalahan kedua Partai Demokrat adalah dalam Pilgub Jawa Barat yang memiliki jumlah pemilih besar. Dan kekalahan terakhir adalah saat Pilgub Sumatra Utara yang dilaksanakan pekan ini. Kekalahan ini terjadi di kota paling besar se-Sumatra.

Kekalahan Partai Demokrat itu, menurut Qodari, secara langsung maupun tak langsung berpengaruh terhadap elektabilitas partai.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah menetapkan pasangan Ahmad Heryawan–Deddy Mizwar dalam Pilgub Jawa Barat. Pasangan yang diusung oleh PKS, PPP, Partai Hanura, dan PBB itu meraih 32,39% suara. Adapun peringkat kedua ditempati pasangan Rieke Diah Pitaloka–Teten Masduki yang diajukan PDIP (28,41%), pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana Zaenal Lan yang diusung Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, dan PKB (25%), pasangan yang diusung Partai Golkar Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin (Yance)–Tatang Farhanul Hakim (12,17%), dan di posisi akhir pasangan calon perseorangan Dikdik Muliana Arief Mansur–Cecep Nana Suryana Toyib (1,79%).

Adapun dalam Pilgub Sumut yang berlangsung pada 7 Maret, berdasarkan hitung cepat (quick count) yang diselenggarakan Indo Barometer dengan Metro TV, dimenangkan oleh pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi (PKS, Hanura, PBR, Partai Patriot, dan PKNU) dengan angka 32,87%, disusul pasangan Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi (didukung PDIP, PDS, dan PPRN) dengan 23,93%, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (23 partai pendukung, termasuk PAN, PKB, Gerindra) meraih 21,82%, Amri Tambunan-RE Nainggolan (Partai Demokrat) mendapatkan 12,01% suara, dan terakhir pasangan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Golkar, PPP, Partai Buruh, PPPI, dan PPI) dengan 9,37% suara. (Githa Farahdina/Hnr)

Editor: Henri Salomo Siagian