Nasional | Wamenkum HAM Bahas ICC, Bantuan Hukum, dan Asset Recovery


Bertemu Kemlu Belanda (Foto: Arifin/detikcom)

Den Haag – Meski hanya satu jam, tapi pertemuan antara Wamenkum HAM Denny Indrayana dan delegasi Indonesia dengan Sekjen Kemlu Belanda Renee Jones-Bos membahas banyak hal. Tiga hal penting yang menjadi pembahasan adalah International Criminal Court (ICC), bantuan hukum, dan asset recovery. Kemlu Belanda mengapresiasi kehadiran delegasi Indonesia.

Pertemuan bilateral yang berlangsung di lantai 4 kantor Kemlu Belanda di Jl Bezuidenhoutseweg 67, Den Haag, Senin (4/3/2013) dari pukul 11.15 hingga 12.15 waktu setempat itu juga diikuti Dubes Indonesia untuk Belanda Retno P Marsudi. Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan dan kedua belah pihak mendorong peningkatan kerja sama bilateral.

“Kita bicara beberapa kerjasama bilateral, seperti ratifikasi ICC, bantuan hukum dan asset recovery. Pada dasarnya Sekjen Kemlu menganggap peran Indonesia sangat strategis dalam hal ratifikasi ICC. Intinya Kemlu Belanda sangat mengapresiasi kehadiran delegasi Indonesia dan mengharapkan kedatangan kita bisa makin menguatkan proses demokratisasi di Indonesia,” kata Denny.

Saat bertemu Renee, Denny menyatakan bahwa ICC akan menjadi topik yang akan dibahas lebih jauh dalam kunjungannya ke Den Haag. “Isu utama bukanlah Indonesia apakah memiliki keinginan untuk meratifikasi ICC atau tidak. Tetapi kenyataannya bahwa pemerintah telah bekerja tanpa mengenal lelah untuk mendorong proses ini sejak pencantuman ratifikasi ICC pada agenda nasional tentang HAM sejak 2004 yang diikuti penetapan kembali pada agenda nasional 2011-2014,” kata Denny.

Meski proses ratifikasi ICC dianggap sebagian kalangan kurang mulus, namun Denny memastikan bahwa Indonesia terus menerus mengawal proses ini tetap berjalan. “Saya yakin program yang kami lakukan selama beberapa hari di Den Haag ini dapat membantu proses ini,” kata Denny.

Selain ICC, Denny juga menyinggung mengenai program bantuan hukum (legal aid). “Ini merupakan program prioritas dari Presiden, di mana saya harus bertanggung jawab dalam implementasi program ini,” kata Denny. Program ini juga telah dibahas dengan delegasi Belanda saat berkunjung ke Kementerian Hukum dan HAM RI beberapa waktu lalu. Kedua belah pihak akan mengidentifikasi sejumlah inisiatif kerja sama meliputi pertukaran pengetahuan, kerja sama lembaga bantuan hukum dan peningkatan kapasitas.

Denny juga menyampaikan tentang asset recovery (pemulihan aset) yang juga menjadi prioritas utama pemerintah. Selama ini pemerintah mengeluarkan upaya yang signifikan dalam recovery asset, namun hasilnya masih jauh dari yang diinginkan.

“Jadi ini isu-isu yang delegasi Indonesia akan jadi fokus pembasan dengan kawan-kawan kami di Belanda dan berharap kunjungan kami akan membawa keuntungan kedua belah pihak melalui program-program kerja sama dan implementasi,” harap Denny.

Seusai bertemu Renee, Denny dan delegasi melanjutkan diskusi tentang tiga hal ini bersama para pejabat Kemlu sambil makan siang di kantor Kemlu Belanda. Hadir dari Kemlu Belanda, antara lain Koen Davidse (direktur departemen organisasi multilateral dan HAM), Nora Stehouwer-Van Iersel (duta besar untuk organisasi-organisasi internasional), Jan-Lucas van Hoorn (perwakilan tetap di ICC), dan Joost Andriessen (direktur departemen stabilitas dan bantuan kemanusiaan).

Dalam kunjungan ke Den Haag, Denny membawa delegasi yang memiliki kapabilitas dalam tiga isu tersebut. Antara lain Mas Achmad Santosa (deputi VI UKP4), Cahyo Rahadian Muhzar (Direktur Hukum Internasional di Kemkum HAM), Indriaswati Dyah Saptaningrum (direktur eksekutif ELSAM), Refly Harun (direktur ekskutif Constitusional & Electoral Reform Center), dan Hasrul Halili (direktur eksekutif Studi Pusat Anti Korupsi UGM).

Jadwal Padat

Wamenkum HAM Denny Indrayana dan delegasi Indonesia berada di Den Haag sejak Senin (4/3/2013) hingga Sabtu (8/3/2013). Rombongan tiba di Bandara Schiphol Amsterdam sekitar pukul 07.30 waktu setempat, Senin. Dari bandara Schiphol, rombongan naik bus menuju Den Haag.

Tiba di Hotel Carlton Ambassador sekitar pukul 10.00. Setelah rehat sebentar, Denny dan rombongan menuju kantor Kemlu,
bertemu Sekjen Kemlu Belanda Renee Jones-Bos. Dari kantor Kemlu, Denny dan rombongan berturut-turut melakukan dua pertemuan lagi hingga petang, yaitu dengan Kementerian Keamanan dan Kehakiman dan The Hague Conference on Private International Law.

Agenda padat juga telah disusun hingga Jumat (7/3/2013) nanti, dengan agenda utama mempelajari dan membahas ICC, bantuan hukum dan pemulihan aset. Sabtu (8/3/2013) pagi, Denny dan delegasi Indonesia akan bertolak dari Den Haag menuju Jakarta.

(asy/asy)