Nasional | Undangan Rapimnas Belum Ditandatangan, Marzuki Alie Tidak Tahu

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) bersama (kanan-kiri) Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Wapres Boediono memasuki ruang pertemuan silahturahim para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8). Pertemuan yang dihadiri oleh Presiden, Wapres, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MPR, Ketua MK, Ketua MA, Ketua KY dan Ketua BPK tersebut digelar sebagai forum silahturahim dan komunikasi antar para pimpinan lembaga negara

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) bersama (kanan-kiri) Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Wapres Boediono memasuki ruang pertemuan silahturahim para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8). Pertemuan yang dihadiri oleh Presiden, Wapres, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MPR, Ketua MK, Ketua MA, Ketua KY dan Ketua BPK tersebut digelar sebagai forum silahturahim dan komunikasi antar para pimpinan lembaga negara (sumber: Antara)

Jakarta – Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie, menyatakan dirinya tak tahu menahu soal tidak ditandatanganinya surat undangan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat (PD) oleh Ketua Umum Anas Urbaningrum.

“Saya tak tahu. Teknis tanya Pak (Jero) Wacik. Itu teknis administrasi tanya Pak Wacik ya,” kata Marzuki di Jakarta, Jumat (15/2).

Walau demikian, Marzuki menyatakan bahwa surat undangan acara demikian tidak wajib ditandatangani oleh ketua umum partai. Undangan bisa diurusi oleh staf sekretariat partai.

“Kalau undangan, sekretariat saja sah kok,” tukas Marzuki Alie.

Posisi Anas memang di ujung tanduk setelah kewenangannya dilambil alih oleh Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada 17 Februari mendatang, PD akan melaksanakan rapimnas yang diikuti seluruh pengurus daerah dan cabang partai itu.