Nasional | Toserba Umat Segera Hadir di Kabupaten Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan membangun Toko Serba Ada (Toserba) untuk kepentingan umat. Pembangunan Toserba Umat tersebut akan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank Jabar Banten (BJB) yang belum diambil selama dua tahun.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan, Pemkab Bandung sengaja tidak mengambil dana CSR dari BJB selama lebih dari dua tahun. Tujuannya untuk membangun unit usaha yang dikelola oleh pemerintah untuk kepentingan umat. Jumlah dana CSR yang belum diambil sekitar Rp 8 miliar.

“Sengaja tidak diambil, nanti akan membangun Toserba milik umat. Hasil dari usaha tersebut untuk kepentingan umat. Misalnya untuk menyekolahkan anak-anak yang miskin. Jadi ada dana abadi untuk umat,” ujarnya di Soreang, Selasa (12/3).

Menurutnya, pembangunan Toserba Umat akan dilakukan di Desa Cingcin, Kecamatan Soreang. Lahan yang telah tersedia sekita tujuh hektare. Rencananya, Toserba Umat akan dibangun tiga lantai. Pada lantai pertama akan digunakan toserba, lantai kedua digunakan sebagai tempat penjualan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan lantai ketiga untuk kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung.

“Rencana tapak (siteplan) sedang dipersiapkan. Insya Allah tahun ini selesai. Bangunan sekitar 300 tumbak, cukup besar. Satu hektare untuk parkir,” kata dia.

Dadang mengatakan, bangunan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai pusat penjualan produk UMKM Kabupaten Bandung. Nantinya, UMKM bisa menyewawa tempat kepada pengelola Toserba Umat. Hasil dari penyewaan akan dikelola dan digunakan untuk kepentingan umat.

“Toserba memang salah satu tujuannya adalah sebagai shop window bagi produk-produk UMKM Kabupaten Bandung. Mereka nanti bisa menyewa untuk menjual barang-barangnya,” ujar dia.

Dadang mengatakan, pengelolaan Toserba Umat harus profesional. Pihaknya mengharapkan mendapatkan bantuan pengelolaan atau manajemen dari jaringan minimarket yang sudah ternama seperti Alfamart dan Indomaret. Hasil dari Toserba Umat nantinya akan dikelola oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Bandung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten, Asep Ester mengatakan, menyambut baik adanya Toserba Umat, yang salah satunya berfungsi sebagai pusat penjualan psoduk Kabupaten Bandung. Menurutnya, memang saat ini Kabupaten Bandung belum memiliki pusat penjualan produk UMKM dan kerajinan.

Asep menambahkan, di Kabupaten Bandung perlu ada tempat khusus penjualan produk-produk khas. “Memang harus ada, khususnya kerajinan. Bagus kalau ada tempat khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Toto Suharto mengatakan, pengelolaan Toserba Umat harus profesional. Keterlibatan BAZ dalam pengelolaan dana abadi umat cukup bagus. Menurutnya BAZ mampu mengelola dengan baik dana umat.

“Mudah-mudahan dengan dikelola oleh orang profesional dan baik. Apalagi ada campur tangan para kyai, yang  memiliki pemahaman tentang mengelola dana umat. Semoga akan memberikan manfaat yang banyak untuk umat,” ujarnya.