Nasional | Tagana Keluhkan Tak Ada Posko Komando di Wilayah Bencana


Diskusi Polemik (Mega Putra/ detikcom)

Jakarta – Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Jabar mengeluhkan terlalu banyaknya pos komando di wilayah bencana yang membuat sulitnya kordinasi. Seharusnya posko komando itu hanya satu dan dikoordinir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“UU 24/2007 menyatakan BNPB yang jadi komando, koordinasi, pelaksana yang terkoordinasikan,” jelas Ketua Forum Tagana Jabar Dedi Turjana usai diskusi Polemik bertema ‘Bencana Alam Mengancam’ yang diselenggarakan Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2013).

Dedi menjelaskan posko komando sudah seharusnya hanya satu di setiap wilayah bencana. Sementara posko lainnya hanya sebagai penunjang seperti posko kesehatan dan posko konsumsi.

“Di semua lini, posko hanya satu, yang lainnya pos-pos. Jadi semacam sub-sub gitu. Sejauh ini, masih parsial, tidak tahu ego sektoral atau ketidaksepahaman,” ungkapnya.

Selama ini tidak pernah ada diskusi bareng, misal TNI, SAR, Pramuka, Tagana dengan BPBD?

“Belum, karena itu harus ada yang mengendalikan, siapa sih triggernya. Saya mendorong adanya forum relawan secara nasional. Dari lembaga seluruh institusi, relawan-relawan, bisa melakukan latihan bersama, pembagian tupoksinya misalkan Tagana bagian shelter dan pengungsian, yang lain dimana, jadi kerja bareng, kerja tim,” jelasnya.

“Hampir di seluruh Indonesia seperti itu belum terintegritas,” tutupnya.

(mpr/gah)