Nasional | Soal Pengganti Anas, 33 DPD Sepakat Serahkan ke SBY

Ruhut Sitompul

Jakarta – Anas Urbaningrum telah mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD).

Anas mundur pasca ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan gratifikasi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Mundurnya Anas ternyata membawa persoalan. Pasalnya, Daftar Calon Sementara (DCS) calon anggota legislatif (Caleg) harus ditandatangani ketum atau sebutan lainnya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai. Seperti diketahui, pada 9 April 2013, merupakan batas akhir pendaftaran caleg masing-masing partai politik (parpol) ke KPU.

Politikus PD Ruhut Sitompul mengatakan, pihaknya sedang menunggu kebijakan KPU.

“Apabila dikembalikan kepada parpol masing-masing peserta pemilu, maka 33 DPD PD sudah sepakat menyerahkan sepenuhnya pemilihan ketum kepada Ketua Majelis Tinggi (MT) PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” kata Ruhut kepada SP di Jakarta, Sabtu (9/3).

Ruhut menyatakan, seluruh kader PD harus mematuhi dan mengikuti langkah-langkah yang akan diambil SBY. “Sekarang ini bukan masalah ada kongres luar biasa (KLB) atau tidak. Kita tidak bicara KLB karena sudah diserahkan ke Pak SBY. Saya mohon semua kader PD, dukung langkah-langkah Pak SBY,” tegas anggota Komisi III DPR ini.

Ruhut tak menampik bahwa KLB merupakan satu-satunya mekanisme memilih ketum. Dikatakan, kalaupun KLB dilaksanakan, maka besar kemungkinan ketum akan terpilih secara aklamasi.

“Kalau KLB tentu nanti akan aklamasi. Akalamasinya sesuai apa maunya Pak SBY, itu yang akan kita dukung. Bagi kader yang tidak bisa ikut aturan partai silahkan keluar. Semua harus sadar di PD hanya ada satu matahari yakni Pak SBY,” ujarnya.

Ruhut mengaku tidak mengetahui dengan pasti pelaksanaan KLB. “Belum diketahui kapan akan KLB. Semua sudah diserahkan kepada Pak SBY yang merupakan penggagas dan pendiri PD,” pungkasnya.