Nasional | SBY Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Hugo Chavez


Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono

Budapest, – Presiden SBY telah mendengar berita duka atas meninggalnya Presiden Venezuela Hugo Chavez. Presiden SBY menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu pemimpin dunia tersebut.

“Tentu (Presiden sudah mendengar kematian Chavez-red), saya sudah laporkan setelah kita mendapatkan informasi ini. Kita juga berkeyakinan beliau merasa duka yang mendalam atas meninggalnya beliau,” ujar Menlu Marty Natalegawa saat berbincang dengan detikcom di Hotel Four Season, Budapest, Hungaria, Rabu (6//3/2013).

Menlu Marty sedang mendampingi Presiden SBY dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Hungaria.

Marty mengatakan Hugo Chavez adalah seorang tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan negaranya. Chavez juga seorang yang memilki peran dalam dunia internasional yang menonjol.

“Tentu dalam suasana yang penuh duka ini kita mendoakan agar rakyat Venezuela, keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan. Juga menyampaikan agar rakyat Venezuela dapat bangkit dan terus melanjutkan upaya pembangunan yang selama ini telah beliau bangun,” ungkap Marty.

Menurut Marty komunikasi dan kerjasama antara Indonesia dan Venezuela selama ini terjalin dengan baik. Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan mengedepankan persahabatan dapat menjalain hubungan baik dengan semua negara termasuk dengan Venezuela.

“Baik, karena Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif yang mengedepankan persahabatan, yang dinamakan milion friends and zero enemy, sehingga kita memupuk kerjasama dan persahabatan dengan berbagai negara termasuk venezuela. Apakah secara bilateral, hubungannya baik atau dalam forum-forum internasional apakah PBB, gerakan non blok, dan lainnya,” paparnya.

Hugo Chavez meninggal pada usia 58 tahun setelah 14 tahun memerintah Venezuela. Kondisi kesehatan yang terus memburuk, membuat Chavez menderita infeksi pernapasan paru-paru yang parah, terutama setelah menjalani operasi kanker pelvis di Kuba. Chavez sempat kembali ke Venezuela dua pekan lalu setelah menjalani pengobatan di Kuba. Dia sempat dirawat di rumah sakit militer Caracas yang dijaga ketat pasukan. Namun sayangnya dia kembali terserang infeksi pernapasan yang membuat kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dia tutup usia.

Pemerintah Venezuela mengumumkan masa berkabung nasional selama 7 hari. Upacara pemakaman nasional bagi mendiang Chavez akan digelar pada Jumat (8/3) mendatang. Namun sebelumnya, jasad Chavez akan disemayamkan selama 3 hari di akademi militer di Caracas, untuk memberi kesempatan kepada rakyat yang hendak memberikan penghormatan terakhir.

(mpr/jor)