Nasional | SBY Minta Dubes RI Pasang Iklan Promosikan Indonesia

SBY Minta Dubes RI Pasang Iklan Promosikan Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara/Widodo S. Jusuf)

Liputan6.com, Berlin : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengawali kunjungan kerja di Berlin, Jerman, mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri dan pimpinan redaksi media masa dari Indonesia di Hotel Aldon Kempinski.

Dalam pertemuan tersebut, SBY menyaksikan tayangan iklan “Investment Remarkable Indonesia” di stasiun televisi CNN. Ia pun menyampaikan apresiasi tinggi terhadap iklan investasi di Indonesia itu. “Bagus dan berkelas,” ujar Presiden SBY di Berlin, Senin (4/3/2013).

Presiden SBY yang juga didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa meminta para Duta Besar RI di berbagai negara dapat menayangkan iklan itu. Khususnya ditayangkan bagi komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri. Menurut SBY, isi iklan itu bagus dan membawa pesan kuat sehingga masyarakat Indonesia bangga melihat kemajuan negaranya.

“Isinya (iklan) bagus dan pesannya kuat dengan harapan masyarakat Indonesia yang menyaksikan bangga melihat progress di Tanah Air,” imbuhnya.

SBY menambahkan kunjungannya ke Jerman juga dalam upaya menciptakan peluang, menindaklanjuti dan mengisi kemitraan komprehensif Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan. Sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Jakarta yang disepakati kepala pemerintahan kedua negara saat Kanselir Jerman Angela Merkel berkunjung ke Jakarta, Juli 2013 lalu.

Pendiri Partai Demokrat ini menegaskan kunjungan Presiden Jerman Christian Wulff dan Kanselir Angela Merkel beberapa waktu lalu mempunyai makna strategis dalam rangka meningkatkan kerjasama kedua negara dari persahabatan menjadi suatu kemitraan.

Selain itu, lawatan mereka juga dimaksudkan mendorong kemitraan kedua negara dengan formula 5+3 bidang yaitu ekonomi, kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, industri pertahanan, ketahanan pangan, ketahanan energi dan transportasi.

Menurut SBY dunia masih berada dalam resesi ekonomi global, termasuk Eropa, dan diperkirakan belum akan berakhir segera.

“Masih banyak masalah eknomi yang dihadapi di Eropa, bahkan ada beberapa negara yang mengalami kelambatan karena dampak dari resesi dunia. Dan ini hampir dirasakan oleh seluruh negara,” ujarnya.

Presiden mengingatkan hal itu merupakan tantangan tersendiri bagi Indonesia, yakni bagaimana bisa memelihara dan menjaga dan bahkan meningkatkan pertumbuhan yang spektakuler.

“Dalam dunia yang makin global dan ekonomi yang saling terkait satu sama lain, mau tidak mau ‘total diplomacy’ dan ‘smart foreign policy’ sangat diharapkan,” tutup SBY. (Adi)