Nasional | Ruhut Tegaskan Ibas Tak Terima Uang Hambalang

Ruhut Sitompul

Jakarta – Belakangan marak beredar kabar bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat yang juga putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono, menerima sejumlah uang dari proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat.

Padahal diketahui, proyek pembangunan sport center tersebut tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena diduga telah terjadi korupsi dalam pelaksanaannya.

Menanggapi kabar tersebut, politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul langsung membantahnya.
“Itu tidak benar. Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya ketika ditemui di acara diskusi yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (2/3).

Bahkan, eks Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Demokrat ini, dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada catatan aliran dana proyek Hambalang ke beberapa politisi Demokrat.

“Waktu itu, saya teman curhatnya Nazaruddin (terdakwa kasus suap wisma atlet-red). Dia bilang tidak ada (catatan aliran dana),” ungkap Ruhut.

Komentar serupa, lanjut dia, dikemukakan pula oleh eks pengacara Nazaruddin, OC Kaligis.

Seperti diberitakan, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas diduga menerima uang dari proyek fasilitas olahraga Hambalang sebesar 900 ribu dolar Amerika atau setara dengan Rp 9,5 miliar. Penerimaan tersebut, berdasarkan catatan mantan Wakil Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara, Yulianis.

Dalam data itu menyebutkan, Ibas menerima dana pertama kali pada 29 April 2010. Ibas menerima dana dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 500 ribu dolar Amerika. Sedangkan, tahap kedua sejumlah 100 ribu dolar Amerika.

Uang itu dikeluarkan dari kas PT Anugerah Nusantara, milik mantan Bendahara Umum DPP Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Tidak berhenti disitu, Ibas tercatat menerima dana lagi pada 30 April 2010 dalam dua tahap. Tahap pertama sejumlah 200 ribu dolar Amerika dan tahap dua 100 dolar Amerika. Dana dikeluarkan dari kas PT Anugerah Nusantara dan diantar oleh kurir bernama Bahri. Sehingga, total uang yang diterima Ibas sebesar 900 ribu dolar Amerika.

Tetapi, tidak hanya Ibas, dalam daftar penerima dana dari perusahaan Permai Grup beredar, disebut juga penerima dana berjumlah puluhan dari anggoata DPR, menteri hingga keluarga Cikeas.