Nasional | Pertemuan Istana, SBY Untung Prabowo Buntung

Pertemuan Istana, SBY Untung Prabowo Buntung
Selasa, 12 Maret 2013 , 06:17:00 WIB

Laporan: Zulhidayat Siregar

RMOL. Presiden SBY dikenal, lewat kebijakan-kebijakannya, sebagai sosok anti kedaulatan, menggadaikan sumber daya alam Indonesia, mengangkat menteri-menteri neoliberal, tidak bekerja, suka pencitraan. Dia juga dianggap lemah dan tidak tegas.

Karena itu, rakyat Indonesia saat ini mencari pemimpin alternatif yang kontradiktif dengan SBY tersebut.

Pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Senin, 11/3) mengungkapkan itu menanggapi pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden SBY di Istana Negara kemarin.

“Saat ini orang menunggu dia (Prabowo) sebagai figur alternatif. Sebenarnya, kalau ketemu bisa saja. Tapi jangan kesannya itu muji-muji ekonomi SBY, sama-sama punya visi ekonomi kerakyatan. Mestinya ini kesempatan bagi Prabowo mempertahankan citra itu (yang sebaliknya dari SBY),” jelas Syahganda.

Karena itu menurut Syahganda, Prabowo tergesa-gesa melakukan pertemuan dengan SBY. Mestinya, pertemuan itu digelar setelah konsolidasi Prabowo sudah selesai, yaitu setelah Pemilu Legislatif April mendatang.

“(Pertemuan itu akan) Mengurangi keyakinan rakyat pada dia,” ungkapnya.

Sebaliknya, pertemuan itu lebih menguntungkan SBY. Artinya, SBY dianggap masih bisa mengendalikan Prabowo.

“Kalau bertemu Mega, SBY nggak bisa. Karena Mega maunya bertemu di tempat yang netral, tidak di Istana. Misalnya kemarin (Minggu, 10/3) di acara (penganugerahan doktor honoris causa) Taufiq Kiemas. Kesannya (SBY-Mega) sama kuat. Kalau ini, orang akan menganggap Prabowo tidak kuat,” tandasnya. [zul]