Nasional | Pemkab Cianjur Pantau TKI di Sabah

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) terus memantau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur yang bekerja di Sabah, Malaysia.

“Konflik Sabah cukup menyita perhatian kita mengingat sejumlah TKI asal Cianjur diperkirakan bekerja di wilayah yang tengah dipersengketakan tersebut,” kata Kepala Dinsosnakertrans Cianjur, Sumitra, Sabtu (9/3).

Sumitra menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait perkembangan konflik di ladang kelapa sawit di Lahad Datu, Sabah, Malaysia tersebut.

“Dikhawatirkan ada warga kita yang bekerja di kawasan ladang kelapa sawit tersebut. Sehingga kami terus memantau perkembangannya,” jelasnya.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dan Kementerian Tenaga Kerja untuk memantau informasi keberadaan TKI asal Cianjur di Sabah.

“Menurut data yang kami miliki, jumlah TKI asal Cianjur yang bekerja di sana relatif sedikit, jumlahnya tidak mencapai ratusan. Namun kita tetap pantau karena tidak menutup kemungkinan ada warga kita di sana,” ujarnya.

Sumitra mengimbau, warga Cianjur yang berada di Sabah agar tidak terlibat dalam sengketa. Dia meminta TKI asal Cianjur, lebih baik mengungsi ke wilayah yang aman atau tempat pengungsian hingga situasi kondusif.

n