Nasional | PAN Minta Kepolisian Investigasi Kartel Sapi

Ilustrasi daging sapi.

Ilustrasi daging sapi. (sumber: JG Photo/ Safir Makki)

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung langkah Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa dalam mengatasi harga daging di pasaran.

PAN menilai melonjaknya harga daging mengindikasikan karut-marutnya tata niaga daging.

Ketua DPP PAN Bara Hasibuan mengatakan masyarakat sebagai konsumen daging yang paling dirugikan terkait melonjaknya harga daging akhir-akhir ini.

“Mahalnya harga daging di pasaran ini harus dipetakan dan perlu penyelesaian holistik dari pemerintah,” kata Bara Hasibuan di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis (14/2).

Sementara, Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi berharap pemerintah segera mengatasi persoalan daging yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Jika dibiarkan, maka bisa menganggu roda perekonomian bangsa.

Viva tidak membantah dugaan permainan kartel atau penimbunan daging sapi oleh para pengusaha atau importir. Terlebih, para peternak sesungguhnya telah menjual sapi mereka kepada para pengusaha seperti yang lazim dilakukan selama ini.

Jika harga daging sapi tetap mahal di lapangan karena stok sapi terbatas, maka kondisi itu membuka peluang adanya penimbunan sapi.

“Kami minta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi apakah benar ada praktik penimbunan sapi,  kalau benar ada berarti itu melanggar UU,” katanya.

Viva Yoga juga mengkritik kebijakan swasembada sapi yang dijalankan pemerintah selama ini. Khususnya, terkait adanya perbedaan data jumlah sapi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Ketidakjelasan data ini potensial  dimanfaatkan para importir untuk memasok kebutuhan daging dari luar.

 “Data kebutuhan riil daging masih menjadi teka-teki, ini menunjukkan pemerintah tak tertib administrasi dan kemungkinan ada moral hazard yang bermain,” ujarnya.

Sumber:Suara Pembaruan