Nasional | Modus Baru Penyelundupan Narkoba

Pemusnahan Narkoba yang dilakukan pihak kepolisian.

Jakarta – Para pengedar narkoba menggunakan berbagai cara untuk menyelundupkan barang haram ke Indonesia.

Setelah melalui pesawat udara dengan menggunakan kurir, dan melalui perusahaan jasa titipan, para pengedar saat ini juga menggunakan kapal barang untuk menyelundupkan narkoba.

Mereka melalui jalur laut perbatasan Indonesia untuk dapat lolos dari penjagaan.

Hal itu setidaknya diketahui setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap seorang bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara yang memiliki lebih dari 7 kg sabu beberapa waktu lalu.

Tersangka AJ, alias A alias WD yang ditangkap BNN, selain memiliki rumah dan dua mobil mewah merk Toyota Fortuner dan Honda CR-V, diketahui juga memiliki kapal barang. Barang-barang haram dari India itu diduga masuk ke Indonesia melalui Malaysia menggunakan kapal barang kecil milik tersangka.

“Tersangka punya kapal. Sindikat narkoba punya kapal sendiri. Ini menjadi perhatian kami,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny Mamoto di sela-sela pemusnahan barang bukti di halaman BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (11/3).

Menurut Benny, sebelumnya, pihaknya juga mengungkap penyelundupan narkoba menggunakan kapal nelayan yang langsung berlayar dari India. Penemuan-penemuan ini dapat dikatakan baru.

Menurut dia, dengan menggunakan kapal barang, sindikat berusaha memotong mata rantai, dan pengeluaran untuk membayar kurir serta memperkecil resiko dibekuk petugas.

“Titik-titik interdiksi di bandara dan pelabuhan sudah waspada dan mereka kini mengalihkan rute dengan menggunakan kapal,” kata Benny.

Digunakannya jalur laut untuk menyelundupkan narkoba ini, menurut Benny, dilakukan sindikat dengan memanfaatkan garis pantai perbatasan Indonesia yang cukup panjang. Selain itu, sindikat juga memanfaatkan patroli laut yang terbatas dengan anggaran dan sarana serta prasarana.

“Itulah yang dipelajari oleh sindikat,” jelasnya.

Untuk memberantas penyelundupan narkotika melalui jalur laut, Benny menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan TNI AL dan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) untuk bersama-sama patroli di laut.

“Mencermati temuan berbagai modus di wilayah perbatasan selain interdiksi di bandara dan pelabuhan internasional dan tradisional, jika TNI AL dan Bakorkamla patroli, kami selalu titip untuk memeriksa kapal yang lalu lalang secara random,” papar Benny.

Diberitakan sebelumnya, BNN membekuk AJ alias A, alias WD, seorang pengedar narkoba yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang kelontong di Medan, Sumatera Utara, pada 17 Februari lalu. Petugas menyita narkotika golongan I jenis sabu seberat 7.228,54 yang disembunyikan di dalam dua mobil milik tersangka.