Nasional | Menkopolhukam Minta Polri-TNI Bangun Kembali Mapolres OKU

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto.

Jakarta – Pasca pembakaran kantor Polres Baturaja kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatera Selatan, Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto meminta Polri bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus bersama-sama membangun kantor instansi Polri tersebut.

Namun, menurutnya, pelaku pembakaran dan pemukulan sejumlah oknum Polri harus tetap diusut apalagi TNI sudah mengakui bahwa aparatnya yang melakukan pembakaran tersebut.

“Oleh karena itu kalau perlu bagaimana Panglima TNI dan Kapolri menyikapi ini membangun kembali kantor itu,” kata Djoko Suyanto di kantor wakil presiden (wapres), Jakarta, Kamis (7/3) siang.

Djoko menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan para aparat TNI tersebut apalagi sampai merusak kantor instansi pemerintah dalam hal ini kantor polres.

“Kantor itu kan kantor-kantor negara, kantor-kantor pemerintah, apalagi ini aparat TNI yang melakukan terhadap kantor-kantor pemerintah. Itu sangat disesalkan,” lanjutnya.

Djoko mengatakan para aparat yang melakukan penyerangan harus ditindak dan diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pagi tadi sekitar pukul 08.00 terjadi penyerangan dan pembakaran kantor Polres OKU oleh 70 oknum TNI. Selain mengakibatkan kebakaran, sejumlah aparat Polri luka berat.

Insiden tersebut diduga bermotif balas dendam karena sebulan lalu, Pratu Her (23), anggota TNI AD Armed 76/15 Martapura, OKU Timur, tewas tertembus peluru yang diduga dilakukan Brigpol WJ, oknum anggota Polres Ogan Komering Ulu.

Kejadian tersebut diduga berawal saat oknum WJ (29) dari Satuan Lantas Polres OKU sedang berjaga di Pos Polantas Simpang Empat Sukajadi. Saat itu Her melintas dengan mengendarai sepeda motor dan lalu terjadi kesalahpahaman.

Mungkin, karena merasa tersinggung, WJ bersama temannya sesama anggota polisi mengejar korban hingga terjadi cekcok. Pada saat itulah terdengar suara letusan sehingga korban Her mengalami luka tembak.

Korban sempat dilarikan ke RS Antonio Baturaja, namun nyawa korban tidak bisa ditolong karena luka yang dideritanya parah.