Nasional | Masyarakat Resah Maraknya Peredaran Pensil 2B Palsu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Maraknya peredaran pensil 2B palsu di pasaran jelang Ujian Nasional, membuat resah masyarakat dan merugikan produsen alat tulis.

Pensil palsu juga merugikan para pelajar yang dalam waktu dekat ini akan segera menghadapi UN. “Untuk itu Faber-Castell mendukung setiap tindakan dari aparat berwajib untuk terus memberantas adanya pensil palsu,” kata Public Relations PT Faber-Castell International Indonesia, Andri Kurniawan, Kamis (28/2).

Dukungan tersebut terkait dengan pemusnahan 832.752 batang pensil 2B beserta 54 ribu buah rautan yang dilakukan Subdit Penindakan Direktorat Penyidikan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, di sebuah pabrik pengelola limbah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/2) kemarin.

Andri menjelaskan Faber-Castell melalui jaringan distributor, dan perwakilannya di seluruh Indonesia selalu berusaha memantau kemungkinan adanya pensil palsu, dan hingga saat ini peredaran pensil palsu yang menyerupai milik Faber-Castell tidak di dapatkan dalam jumlah yang signifikan.

“Kami juga meminta masyarakat untuk turut aktif dengan lebih cerdas memilih produk, terutama para pelajar yang akan menempuh ujian nasional dalam waktu dekat, di antaranya dengan memilih pensil Castell 2B, yang terdapat dalam kemasan paket ujian Faber-Castell,” sebut Andri.