Nasional | Malam Ini, Tinggi Air Katulampa & Semua Sungai di Jakarta Aman


Foto: Ilustrasi

Jakarta – Ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor Jawa Barat pada pukul 21.30 WIB dalam status Siaga IV. Tinggi air di bendungan itu mencapai 70 cm, di atas batas ketinggian normal 50 cm.

“Di Bogor tadi hujan sebentar, ketinggiann 80 cm. Sekarang turun jadi 70 cm Siaga IV,” kata Penjaga Katulampa, Andi Sudirman, kepada detikcom, Sabtu (26/1/2013).

Menurut Andi, status Siaga IV tersebut belum mengancam Jakarta dari kiriman air bah dari Bogor dan Puncak.

“Jakarta masih aman,” kata Andi.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ketinggian permukaan air sungai-sungai yang mengalir di Jakarta semuanya Siaga IV atau normal. Tinggi muka air hingga pukul 19.00 WIB tadi sebagai berikut:

Angke Hulu 105 cm (siaga IV), Pesanggrahan 80 cm (siaga IV), Krukut Hulu 60 cm (siaga IV), Depok 130 cm (siaga IV), Manggarai 700 cm (siaga IV), Cipinang Hulu 100 cm (siaga IV), Sunter Hulu 50 cm (siaga IV), Karet 400 cm (siaga IV), Pulogadung 370 cm (siaga IV), dan Pasar Ikan 135 cm (siaga IV).

Sebelumnya, marak pemberitaan yang menyebutkan bahwa pada tanggal 27 Januari 2013 besok Jakarta akan tenggelam. Asumsinya adalah semakin tingginya curah hujan yang berbarengan dengan tingginya muka air laut akibat pasang surut (pasut) yang tinggi pada tanggal tersebut. Disebutkan bahwa banjir besar akan terjadi melebihi banjir tanggal 17 Januari bahkan banjir 2007.

Namun hal ini juga sudah diklarifikasi pemerintah. Dr Tri Handoko Seto, Peneliti Meteorologi Tropis di BPPT yang juga Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan UPT Hujan Buatan mengatakan hujan diperkirakan curah hujan setelah tanggal 17 Januari 2013 masih berpeluang akan tinggi. Tapi berlebihan jika disebutkan banjir akan kembali melanda Jakarta bahkan lebih dahsyat dari 17 Januari 2013.

“Pemerintah DKI Jakarta sudah banyak melakukan upaya untuk mengantisipasi banjir periode kedua yang mungkin terjadi, salah satunya dengan meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menerapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengurangi curah hujan berlebih di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung penuh upaya ini,” ujar Tri Handoko, Jumat (25/1/2013).

(slm/rmd)