Nasional | Loyalis Anas Desak Bareskrim Usut Bocornya ‘Spirindik’

Loyalis Anas Desak Bareskrim Usut Bocornya 'Spirindik'

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Loyalis Anas Urbaningrum terus mendesak agar pembocoran draf surat perintah penyidikan (sprindik) kasus Hambalang diusut. Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap, Tridianto kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri menyampaikan laporan.

“Intinya saya minta kepolisian betul-betul masalah bocornya sprindik KPK diusut. Kita mencintai KPK, tapi di situ ada oknum yang sengaja draft sprindik itu ke luar,” kata Tridianto di Bareksrim Mabes Polri Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Sayangnya, laporan ke Bareskrim ini belum sampai. “Karena berkas yang saya berikan Jumat lalu disimpan oleh penyidik yang berbeda. Kebetulan dia lagi di Papua,” kata Tridanto seraya menyampaikan niatnya datang kembali ke Bareskrim, Rabu 6 Maret mendatang.

Pada kesempatan sama, Fredrich Yunadi selaku kuasa hukum Tridanto mengatakan, Polri tidak berhak menolak laporan mereka. Sebab bocornya sprindik tersebut mengandung tindak pidana umum.

“Adalah wewenang Polri mendalami penyidikan dan tidak punya alasan menolak laporan itu. Karena ini kami menduga melanggar Pasal 10 A, UU 25/2003 tentang pencucian uang, jo UU 8/2010 tentang masalah pembocoran dokumen yang merupakan rahasia jabatan,” jelas Fredrich.

Menurut dia, dokumen ini seharusnya menjadi tanggung jawab jabatan di KPK. Pembocoran bisa saja terjadi karena unsur kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan seseorang diancam hukuman pidana.

“Untuk kelalaian (hukuman) 4,5 tahun. Sengaja membocorkan 15 tahun. Ini memang pasal baru, maka dari itu kami minta polri untuk mengusut,” tandasnya.

Fredrich merasa kecewa dan menilai Polri sengaja membuat kondisi agar pelapor bolak-balik ke Bareskrim tanpa alasan yang jelas. “Kelihatannya, kita dipermainkan. Disuruh bolak-balik dengan alasan tidak jelas. Terus terang kami kecewa, tapi besok kita coba lagi,” tutup Fredrich. (Sah)