Nasional | Kuasa Hukum Anas Siap Buka-bukaan

Kuasa Hukum Anas Siap Buka-bukaan

Anas Urbaningrum (Antarafoto/Wahyu Putro A)

Liputan6.com, Jakarta : Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Otto Hasibuan mengaku bahwa dirinya akan bertemu dengan pengacara Anas lainnya, untuk mengumpulkan data-data dan bukti-bukti bahwa kliennya tidak bersalah.

Bila semua data terkumpul, Otto dan tim pengacara Anas lainnya akan membongkar semuanya, terkait apa yang Anas ketahui terhadap permasalahan-permasalahan hukum yang ada pada saat ini. Namun, untuk saat ini, dirinya belum bisa membuka semuanya.

“Belum sejauh itu. Tetapi kita sebagai lawyer, saat kita mendapat data semuanya, pastilah kita buka semuanya. Kalau ada yang menyangkut kepentingan hukumnya,” kata Otto saat ditemui di kediaman Anas Urbaningrum di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013) dini hari.

Otto menjelaskan, apa yang akan dilakukannya tersebut hanya murni untuk membela hak-hak hukum kliennya tersebut dan tidak bermaksud untuk kepentingan yang lainnya.

“Artinya tidak pakai istilah buka membuka. Kita pakai istilah kita membela hak-hak hukum Mas Anas sampai itu tegak. Supaya namanya juga bisa dibersihkan dan semua pihak dapat memahami,” terangnya.

Otto juga mengaku sedih jika para penegak hukum tidak berjalan secara baik dan profesional. Namun, dirinya masih menghargai langkah-langkah yang telah ditetapkan KPK. Ia pun berharap KPK juga bisa menegakkan hukum di Indonesia secara adil tanpa intervensi dari pihak lainnya.

“Tetapi kalau ada penegakan hukum yang tidak normal, kita juga harus mengkritisinya itu saja. Pasti kita melakukan langkah-langkah hukum untuk kepentingan Anas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anas disebut-sebut menerima Toyota Harrier dari rekanan proyek Hambalang. Mobil mewah itu diterima saat Anas masih menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR atau sebelum menjabat Ketua Umum Demokrat. Tapi Anas membantahnya.

Anas dijerat dengan Pasal 12 huruf A atau huruf B atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hukuman maksimal yang mengancamnya yakni, 20 tahun penjara. (Riz)