Nasional | KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di Pertamina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — KPK didesak mengusut dugaan skandal korupsi di tubuh Pertamina.

Desakan itu datang sekira 50 orang yang tergabung dalam Petromine Watch Indonesia dan Masyarakat Peduli Ketahanan Energi Nasional (MPKEN) menggelar unjuk rasa di depan Kantor KPK, Kamis (14/2).

“Usut tuntas dugaan skandal korupsi di tubuhn Pertamina,” kata Direktur Eksekutif Petromine Watch Indonesia, Urai Zulhendri, dalam rilis yang dibagikan pada unjuk rasa di KPK, Jakarta, Kamis (14/2).

Petromine menduga adanya pengelolaan minyak bumi dan gas (Migas) yang dikuasai dan dikontrol para mafia yang merugikan negara dan mengebiri kepentingan rakyat Indonesia. Caranya dengan berbagai praktik korupsi dan salah pengelolaan. Salah satunya melalui praktik migas yang semakin besar dan dijadikan lahan oleh kartel migas internasional.

Selain itu, melalui Petral sebagai makelar impor, rezinn Presiden SBY diduga mengambil marjin keuntungan sebesar 5-8 Dolar AS per barel minyak. Sehingga keuntungan tiap harinya sebesar empat juta Dolar AS per hari atau sekitar Rp 3,8 triliun per hari.

Nilai keuntungan ini, lanjutnya, yang dibagi-bagi penguasa dan hampir seluruh jajaran direksi pertamina.

Pertamina sebagai BUMN, selalu menutup diri soal pengelolaan dana subsidi tersebut. Padahal, nilai subsidi BBM pada 2012 sebesar Rp 185 triliun. Sementara keuntungan PT Pertamina keseluruhan hanya sebesar Rp 25 triliun.

Dalam menyewa 50 kapal tanker untuk ekspor dan impor minyak, Pertamina juga diduga melakukan ‘mark up’ sekitar Rp 900 miliar per tahun. Serta adanya ‘fee’ sebesar 150 ribu Dolar AS per cargo yang diduga melibatkan keluarga Karen Agustiawan selaku Dirut Pertamina dan merugikan keuangan negara.

Selain mendesak KPK untuk mengusut skandal korupsi di tubuh Pertamina, MPKEN juga meminta agar KPK untuk mengusut dugaan ‘mark up’ bisnis tanker dan penjualan minyak mentah yang diduga melibatkan Herman Agustiawan, suami Karen Agustiawan. Karen Agustiawan yang diduga sebagai penjahat Migas Indonesia juga diminta untuk dipecat dan ditangkap.

“Tangkap para gembong mafia migas yang diduga melibatkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budaya Yuktyanta bersama Muhammad Reza Chalid. Selain itu usut dugaan keterlibatan para petinggi Pertamina di bawah rezim Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, termasuk praktik mafia pengolahan Pertamina oleh Chisna Damayanto,” tegasnya.