Nasional | KPK Belum Terbitkan Sprindik Tersangka Century Siti Fajriyah

KPK Belum Terbitkan Sprindik Tersangka Century Siti Fajriyah

Ketua KPK Abraham Samad (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta : Hingga saat ini KPK belum mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) pada mantan Deputi Bidang V Pengawasan Bank Indonesia Siti Chalimah Fajriyah (SCF). Ketua KPK Abraham Samad pun mengakui hal ini terjadi lantaran SCF memiliki masalah kesehatan.

“SCF berada dalam kondisi yang tidak kompeten untuk menjalani pemeriksaan hukum,” kata Abraham saat rapat bersama Tim Pengawas Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Kesimpulan kondisi kesehatan SCF, didapatkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). KPK juga telah mengajukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi kesehatan tersangka. “Kalau menurut IDI sudah ada perkembangan, maka KPK akan menerbitkan sprindik,” tutur Abraham.

Sejauh ini, KPK telah menyimpulkan adanya tindak pidana korupsi dalam kasus Bank Century. Tindak pidana terjadi dalam dua proses, yakni pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank berdampak sistemik. “Posisi kasus Bank Century sampai saat ini adalah tindak pidana korupsi,” ucap Abraham.

Untuk itu, sambung Abraham, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan KPK ke depannya. Pertama, pemanggilan 14 saksi kasus Bank Century. Kedua, pendalaman dokumen penyidikan. Ketiga, diskusi dengan ahli pidana dan perbankan. Keempat, pemeriksaan terhadap para tersangka. Kelima, akan dilakukan audit jumlah kerugian uang negara.

Sementara, anggota Timwas Bank Century Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, alasan KPK tidak mengeluarkan sprindik kepada SCF tidak mendasar. Namun, dia tetap berharap KPK tak ragu untuk mengungkap tabir gelap Bank Century. “Kami akan mendukung terus kerja KPK,” ujar Hendrawan.

Satu lagi yang disesalkan Hendrawan, tidak adanya kepala surat (kop surat) dalam surat laporan KPK kepada Timwas Century DPR. “Yang saya sayangkan, mengapa ini dalam surat tidak ada kop KPK. Tapi tidak apa-apa, saya tetap apresiasi kinerja KPK,” imbuh Hendrawan.

Sebelumnya, pada 20 November 2012 lalu KPK menetapkan 2 mantan pejabat Bank Indonesia. Mereka yakni, Siti Chalimah Fadjriah dan Budi Mulya sebagai tersangka kasus bailout Bank Century. Keduanya dianggap bersalah karena pemberian fasilitas FPJP pada Bank Century serta menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik tahun 2008 silam. (Ndy)