Nasional | Kostrad Enggan Tanggapi Perkembangan Politik

Kostrad Enggan Tanggapi Perkembangan Politik

(Liputan6.com/Andrian Martinus)

Liputan6.com, Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dinamika politik kian panas, lantaran dipicu saat mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang. Bahkan kasus hukum yang menjerat Anas itu kerap dikaitkan dengan isu politik.

Meski kondisi politik di Indonesia kian panas dan berdampak pada goyangnya sistem pemerintahan Indonesia, tapi Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad) Mayjen TNI Hary Purdianto enggan menyikapinya.

Bagi Hary, politik tentara adalah politik negara yang patuh kepada kebijakan yang diputuskan kepala negara. “Politik tentara adalah politik negara. Jadi saya tidak punya kewenangan untuk menjawab, itu kewenangan atasan saya. Jadi politik tentara adalah politik negara,” kata Hary saat ditemui usai menutup acara HUT Kostrad ke-52 di Monas, Jakarta, Minggu (3/3/2013).

Sebelumnya, SBY mengatakan dinamika politik yang terjadi dalam sepekan terakhir diawali dengan penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas Anas Urbaningrum.

“Sementara untuk masalah politik saya pantau dan tahu, informasi, saya hanya berharap pada elit politik dan kelompok tertentu tetap ada pada koridor demokrasi, itu sah, tapi kalau lebih dari itu apalagi dengan rencana membuat gonjang ganjing negara dan pemerintah tidak bisa bekerja saya khawatir justru akan menyusahkan rakyat kita,” ucap SBY.

Kepala Negara meminta agar situasi politik dan keamanan dalam negeri tetap terjaga menjelang Pemilu 2014 mendatang. “Tahun ini dan tahun depan seharusnya situasi politik dijaga dengan baik sehingga pemilu bisa berlangsung dengan baik, kalau dibuat goncang dan stabil dan dibuat masalah yang seharusnya tidak ada masalah itu amat tidak baik,” ujar SBY.(Ais)