Nasional | Kompolnas: Penangkapan Hercules Bukan Politis

Hercules Rojario Marshal dan anak buahnya diamankan polisi.

Jakarta – Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolna), Edi Hasibuan menyatakan penangkapan tokoh pemuda asal Timor, Nusa Tenggara Timur, Hercules Rosario Marshal oleh aparat Polda Metro Jaya, tidak terkait dengan unsur politis.

“Menurut Kompolnas, kasus penangkapan preman di Jakarta beberapa hari lalu murni kriminal,” kata Edi di Jakarta, Selasa (12/3).

Kompolnas mendukung Polda Metro Jaya memberantas aksi premanisme yang sudah meresahkan masyarakat dengan cara memeras.

Edi menyatakan seluruh pihak, seperti Polri, Pemprov DKI Jakarta, serta TNI, termasuk masyarakat harus bertindak mengatasi aksi premanisme.

Sementara itu, anggota Kompolnas lainnya, Hamidah Abdurahman mengingatkan kepolisian tidak mengedepankan kekerasan saat menertibkan aksi premanisme. “Siapa pun hak mereka dijamin undang-undang,” ujar Hamidah.

Hamidah menambahkan polisi harus bertindak cepat memproses pelaku yang terlibat aksi premanisme, sehingga tidak menggantungkan status hukum.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap dan menahan Hercules bersama 49 orang pengikutnya setelah terlibat bentrokan dengan petugas di Kompleks Pertokoan Rich Place Jalan Meruya Ilir Nomor 34-40 Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3).

Polda Metro Jaya menetapkan tersangka terhadap Hercules terkait dugaan kepemilikan senjata api, melawan petugas dan menghasut. Selain itu, penyidik juga menetapkan tersangka kepada 49 orang lainnya yang diduga sebagai pengikut Hercules, dengan jeratan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 214 KUHP kejahatan melawan kepada petugas dan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Petugas menyita barang bukti, seperti tiga bilah parang, satu buah panah, dua buah anak panah, tujuh bilah pisau belati, sepucuk senjata api jenis FN, dua unit magazine, sepucuk senjata api jenis Revolver, 27 butir peluru dan uang tunai.