Nasional | Kemenhub Perketat Syarat Pilot Asing di Maskapai Penerbangan Nasional


dok detikfinance.com

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengaturan penggunaan pilot asing oleh maskapai nasional. Hal itu dilakukan demi keselamatan penerbangan. Tercatat ada sejumlah insiden dan insiden serius yang melibatkan pilot asing.

Kemenhub mensyaratkan pilot asing harus memiliki pengalaman terbang pada tipe pesawat yang diterbangkan, khususnya pada operator penerbangan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) 121 (penerbangan charter dan tak berjadwal, red) dan 135 (penerbangan niaga berjadwal, red). Demikian disampaikan Pusat Komunikasi Publik Kemenhub dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (21/1/2013).

Kemenhub dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara mewajibkan pilot asing yang akan menggunakan lisensi Indonesia atau akan memvalidasi lisensi terbangnya harus memiliki pengalaman minimal 250 jam terbang pada tipe pesawat yang akan diterbangkan.

Kepada Operator Penerbangan yang akan memperkerjakan pilot asing harus memenuhi seluruh persyaratan termasuk persyaratan pengalaman minimal jam terbang saat pengajuan pilot asing untuk validasi atau endorsement ke Ditjen Perhubungan Udara.

Ketentuan tersebut mulai belaku sejak 10 Januari 2013 sesuai surat Dirjen Perhubungan Udara Nomor AU.403/1/1/DJPU.DKUPPU/2013 tanggal 10 Januari tentang Penggunaan Pilot Asing.

Saat ini diperkirakan sekitar 600 pilot asing yang bekerja di maskapai penerbangan nasional seperti Lion Air, Citilink, PT Garuda, Wing Air dan Sriwijaya Air.

(nwk/nrl)