Nasional | Kemacetan di Jalan Raya Ciawi Makin Parah

Kemacetan di Jalan Raya Ciawi Makin Parah

Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Puncak Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

, BOGOR — Jalan rusak sering  kali menjadi sumber kemacetan. Salah satunya di jalan Raya Ciawi, Cikereteg yang setiap hari mengalami kemacetan.

Jalanan berlubang, berkelok dan cukup sempit membuat volume kendaraan tak mampu tertampung sempurna sehingga menyebabkan antrean panjang. Pantauan //// pada hari kerja, Senin hingga Jumat, antrean kendaraan terjadi sekitar siang dan sore hari hingga malam.

Namun, pada akhir pekan, antreannya dapat terjadi sepanjang hari. Daden Abidin, pengendara yang melintas jalan tersebut di kawasan Rancamaya, Rabu (23/1) pagi sekitar pukul 08.00 WIB mengatakan kemacetan terjadi karena jalanan rusak.

Ia mengaku mengalami //stuck// selama hampir 30 menit dan selebihnya padat merayap. ”Kondisi jalanannya parah, kendaraan juga tidak teratur,” ujar Daden.

Jalan Raya Sukabumi memang menjadi satu-satunya jalan yang menghubungkan Sukabumi dan Bogor. Kendaraan yang melintasinya di dominasi oleh kendaraan pribadi, angkutan umum hingga truk-truk dan bahkan kontainer.

Pasalnya, beberapa daerah Sukabumi merupakan kawasan industri dan perdagangan. Banyak perusahaan besar lokal, nasional hingga asing berdiri di Sukabumi, sehingga satu-satunya jalan distribusi hanya melalui jalan tersebut.

Jalan provinsi ini memiliki lebar yang tidak seragam di beberapa titik. Seperti di kawasan Rancamaya, lebar jalan hanya dapat memuat tiga kendaraan sementara di kawasan tikungan Cikereteg hanya memuat dua kendaraan.

Tri Saputri pernah mengendarai sepeda motornya melewati jalanan ini pada akhir pekan mengaku kemacetan sangat parah. ”Banyaknya motor juga mempengaruhi karena kebanyakan //main serobot//, kan jalannya kecil,” ujarnya.

Pantauan //Republika// pada akhir pekan beberapa waktu lalu, kendaraan di sepanjang jalan dari arah Ciawi, Ciderum, Cikereteg hingga Caringin tersendat. Ribuan mobil pribadi, sepeda motor, truk, kontainer, angkutan kota (angkot), dan angkutan umum lainnya //berjubel// menyusuri jalanan yang sempit, berkelok dan sebagian rusak.

Bahkan, di beberapa titik, ruas jalan dipenuhi kendaraan menuju Bogor saja. Sehingga kendaraan yang akan menuju ke arah Sukabumi terpaksa harus melalui bahu jalan yang masih berupa tanah. Antrean kendaraan diprediksi hingga lebih dari 17 kilometer. Dari pantauan //Republika//, tampak beberapa polisi lalu lintas berupaya menormalkan kembali arus lalu lintas di beberapa titik macet.

Tri mengatakan kemacetan yang terjadi parah jika akhir pekan. Untuk mengakali kemacetan yang terjadi, menurutnya, sering kali pengendara menggunakan jalan alternatif menuju Cicurug, Sukabumi melalui kawasan Cipaku, Cihideung, Bogor meskipun jalannya pun sempit. Namun tak jarang, jalur ini pun dilanda kemacetan pada akhir pekan.