Nasional | Kebijakan dan Pernyataan Jokowi-Ahok Harus Dikritisi

Jakarta, GATRAnews – Seluruh kebijakan dan pernyataan pasangan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) harus selalu dikritisi agar tidak menimbulkan permasalahan baru di Ibukota Indonesia, Jakarta. “Jokowi-Ahok duet Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ini adalah pasangan fenomenal. Saya merasa sangat bersyukur dapat menjadi warga beliau berdua,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf di Jakarta, Senin, (11/3).

 

Namun perlu diingat, tandas Politisi Partai Demokrat yang disapa Noriyu itu, bahwa setiap kebijakan Jokowi-Ahok juga perlu dikritisi dan seluruh tindak-tanduk, serta ucapan keduanya sebagai orang nomor satu dan dua di DKI Jakarta, juga harus senantiasa diperhatikan. “Tentunya, ini dalam koridor demi kebaikan seluruh lapisan masyarakat, utamanya masyarakat miskin,” tegasnya.

 

Menurutnya, sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, ia merasa perlu meminta penjelasan Jokowi tentang evaluasi dan rencana memperbaiki program KJS, terutama dalam kaitannya dengan penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di DKI Jakarta.

 

Selain itu, Noriyu juga meminta penjelasan Jokowi terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang harus pengedepankan pelayanan promotif dan preventif, dibandingkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Kemudian, lanjut dia, adanya KJS dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), nantinya harus bisa merubah paradigma masyarakat, dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat, sebagaimana kalimat bijak “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”.

 

Menurutnya, karena gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta beserta seluruh jajarannya, termasuk Kepala Dinas Kesehatan bukanlah mitra dari Komisi IX DPR RI yang dipimpinnya, maka Komisi E DPRD DKI Jakarta diharapkan bisa menindaklanjuti. “Saya yakin DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi E yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat, dapat menjalankan fungsi pengawasan sebaik-baiknya, tanpa harus takut dicap sebagai ‘pembenci Jokowi’,” pungkasnya.(IS)